Senma FIKST Tingkatkan Kepedulian Mahasiswa melalui Sharing & Caring

brtict

Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains, dan Teknologi (Senma FIKST) Universitas Dhyana Pura kembali menggelar Talkshow Kesehatan “A Day to Share, A Day to Care” untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa akan topik kesehatan yang aktual sekaligus menunjukkan solidaritas melalui aksi sharing & caring. Kegiatan kali ini berlangsung di Balai Bahasa Provinsi Bali di Denpasar, Minggu (3/12) yang diikuti sekitar 200 mahasiswa.

Talkshow Kesehatan dibagi dua sesi. Sesi pertama menghadirkan narasumber I Made Kerta Duana, SKM, MPH (Bali Tobacco Control Innitiative) dan dr. Ketut Suarjana, M.PH (Center of Excelence of Tobacco Control & Lung Health Universitas Udayana), dipandu oleh dosen Undhira Nyoman Ngurah Adisanjaya, S.Si,.M.Si. Sesi ini mengupas situasi faktual, bahaya, dan upaya mengurangi penggunaan rokok di kalangan generasi muda. Dalam talkshow interaktif ini, terungkap bahwa prevalensi merokok di Indonesia sebesar 36%, namun untuk laki-laki mencapai 68%. Di Bali sendiri, prevalensi perokok termasuk rendah dibandingkan provinsi lain di Indonesia (1 dari 2 laki-laki dewasa adalah perokok), namun pemuda-pemudi Bali harus tetap memerangi rokok karena bahayanya bagi kesehatan baik efek primer, sekunder, maupun tersier.

Kerta Duana menyatakan bahwa untuk menanggulangi prevalensi merokok, perlu komitmen dan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah. Faktor-faktor budaya, mudahnya dan murahnya akses rokok, lemahnya implementasi aturan, serta gencarnya strategi pemasaran produk rokok, harus kita sigapi bersama sebagai generasi muda. Sementara itu, dr. Ketut Suarjana menyampaikan bahwa penyakit yang terkait efek rokok cenderung bersifat catastrophic yaitu memerlukan perawatan yang lama dan biaya yang besar. Sementara itu, rokok elektrik yang dewasa ini marak di kalangan pemuda dan remaja juga memiliki bahayanya sendiri dan tidak dapat dijadikan alternatif yang “lebih sehat” daripada rokok konvensional. Cara terbaik adalah untuk tidak mengkonsumsi rokok. Utamanya, karena efek rokok akan tetap ada dalam tubuh seseorang sampai dengan 10 tahun. Namun, bagi mereka yang ingin berhenti masih ada harapan dan support dari berbagai pihak,, sehingga perlahan fungsi paru-paru dan organ tubuh lain yang terkena dampak dapat mulai pulih.

Sesi kedua talkshow kesehatan interaktif menghadirkan seniman Putu Agus Setiawan dan Kadek Windari, yang dengan keterbatasan fisiknya mampu menghasilkan karya seni yang indah serta berkiprah sebagai generasi muda yang produktif dan inspiratif. Sesi ini dipandu oleh alumnus Undhira, Cokorda Tesya Kirana, S.Psi. Tidak ada yang mustahil, jika kita punya kemauan. Demikian inti dari percakapan dalam sesi tersebut.

Universitas Dhyana Pura senantiasa mendorong semua mahasiswanya untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi profesional masing-masing, antara lain dengan mengikuti seminar dan kuliah umum yang tidak melulu harus sesuai dengan bidang ilmu. Dengan mengetahui perkembangan terkini dari pelbagai bidang ilmu, mahasiswa Undhira semakin kaya, semakin kompeten, dan semakin kompetitif. Hal tersebut juga dapat meningkatkan empati. Undhira mengajak seluruh sivitas akademikanya untuk peduli terhadap sesama, serta mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di ataranya sharing & caring.