BADUNG, UNDHIRA – Universitas Dhyana Pura (Undhira) menjadi tuan rumah 2026 Summer Camp “Visual Ethnography” Bali Phase, yang merupakan hasil kerja sama antara Universitas Dhyana Pura, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, dan Kansai University Jepang. Bali Phase berlangsung pada 9–15 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian Summer Camp yang dilaksanakan pada 31 Juli–4 September 2026.

Kegiatan resmi dibuka pada Senin, 10 Agustus 2026 di Aula Gedung E Universitas Dhyana Pura. Opening Ceremony dihadiri para peserta Summer Camp dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset dan Inovasi Universitas Dhyana Pura, Dr. Ni Made Diana Erfiani, SS., M.Hum.

Mengusung tema Visual Ethnography, program ini memberikan pengalaman pembelajaran langsung melalui interaksi dengan masyarakat, budaya, dan lingkungan Bali. Pada hari pertama di Undhira, peserta mengikuti seminar “Mangrove Forest Conservation: Sustaining Ecosystem, Livelihood, Ecotourism, and Beyond” yang disampaikan oleh Putu Angga Wiradana, S.Si., M.Si., dilanjutkan dengan workshop “Mobile Photography & Videography: Capturing Moments and Connections” bersama Drs. Pica Turker, M.M. Peserta juga mengikuti praktik mengenakan busana Bali, belajar tari Bali, serta FGD.

Selama berada di Bali, peserta mengikuti berbagai kegiatan lapangan dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Agenda tersebut mencakup ekowisata berbasis masyarakat di Penarungan, sistem pertanian Subak di Jatiluwih, konservasi mangrove di Batu Lumbang, konservasi penyu di Sanur, pengenalan tradisi Melukat di Taman Mumbul Sangeh, perkebunan teh di Ubud, hingga ekowisata di Kintamani dan Desa Taro.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan peserta pada berbagai aspek kehidupan masyarakat Bali, mulai dari kearifan lokal, budaya, pertanian, konservasi lingkungan, ekowisata, hingga personal and spiritual well-being. Peserta juga terlibat langsung dalam aktivitas seperti coastal clean-up, penanaman bibit mangrove, pelepasliaran tukik, interaksi dengan petani lokal, serta diskusi dan FGD di berbagai lokasi.

Bagi Undhira, pelaksanaan Summer Camp ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya sekaligus bentuk penguatan kerja sama antarpenguruan tinggi. Melalui pengalaman langsung di kampus dan berbagai komunitas di Bali, mahasiswa diharapkan mampu memahami budaya dan lingkungan secara lebih dekat, sekaligus mengembangkan kemampuan observasi, dokumentasi visual, komunikasi, dan refleksi terhadap kehidupan masyarakat.