Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains dan Teknologi (Senma FIKST) Universitas Dhyana Pura kembali menggelar malam kepedulian tahun 2016. Acara ini adalah program tahunan kelima yang dilaksanakan, kali ini mengambil tema kepedulian terhadap narkoba “A Night with Junkies” Sabtu, 12/11 silam.

Talkshow yang dihadiri lebih dari 250 mahasiswa Undhira serta mahasiswa dan pelajar baik dari sekolah dan perguruan tinggi lain tersebut menghadirkan Rektor Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro, FIAS dan Kepala BNN Kabupaten Badung Ni Ketut Masmini, SH, MH sebagai pembicara utama. Di samping itu, hadir pula untuk berdiskusi Yusuf Pribadi serta dua narasumber pakar lain dari Yayasan Dua Hati Bali, yang bergerak di bidang pencegahan dan penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undhira, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., yang dalam sambutannya menyatakan bahwa narkoba berpotensi merusak generasi muda bangsa Indonesia, oleh karena itu harus diperangi. Dr. Rai Utama bangga terhadap mahasiswa yang sudah mengorganisir acara semacam ini dan yang mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, karena sudah mengambil langkah awal dalam peperangan terhadap narkoba.

Dalam sesi Talk Show mengenai narkoba dan implikasinya bagi generasi muda, Kepala BNN Kabupaten Badung Ni Ketut Masmini menjelaskan jenis dan bahaya narkoba, terutama yang berupa “designer drugs”. “Indonesia sudah darurat narkoba,” ujar Masmini, “oleh karena itu peran pemerintah saja tidak cukup melainkan harus didukung oleh kontribusi berbagai pihak termasuk penyelenggara pendidikan tinggi serta mahasiswa itu sendiri.” Lebih lanjut, Rektor Made Nyandra, yang juga seorang psikiater yang berkecimpung di bidang adiksi, memaparkan implikasi penggunaan narkoba bagi organ tubuh manusia terutama sistem saraf pusat yang sudah ketergantungan. “Jerat narkoba sulit untuk dilepaskan,” tutur Dr. Nyandra, “karenanya jangan coba-coba.” Dalam talk show tersebut juga hadir Kepala Yayasan Dua Hati Bali dan dua rekan yang bergerak di bidang advokasi terhadap narkoba yang memaparkan pengalaman langsung tentang bahaya dan upaya penanggulangan narkoba yang sedang terjadi di Bali.

Kegiatan ini juga menghadirkan mahasiswa dan lulusan Undhira yang berprestasi dalam sesi diskusi khusus yang bertajuk “Sukses tanpa Narkoba”. Dalam diskusi sesi kedua ini, hadir Evan Max Ray (alumnus Prodi Manajemen, wirausaha “Oliver Shack”), Anak Agung Made Ariasih (mahasiswa Prodi Sastra Inggris, Duta Warta Duta Bahasa Provinsi Bali 2016), Nurrahman Andrianto (mahasiswa Prodi Biologi, peserta exchange program ke Jepang 2014-2015), Made Febby Wijaya (mahasiswa Prodi Fisioterapi, peserta exchange program ke Jepang 2015-2016), serta Perwakilan Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia Daerah Bali. Diharapkan dari kegiatan ini, mahasiswa lebih terbuka wawasannya dan sadar untuk menjauhkan diri dari narkoba sehingga dapat meraih sukses sebagai generasi muda penerus bangsa.

Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains dan Teknologi Universitas Dhyana Pura memiliki 3 (tiga) jurusan yang semua program studinya sudah terakreditasi: Jurusan Kesehatan dengan program studi Perekam dan Informasi Kesehatan (terakreditasi B), Kesehatan Masyarakat (terakreditasi B), Fisioterapi, dan Ilmu Gizi; Jurusan Bioteknologi dengan program studi Biologi; serta jurusan Komputer dengan program studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika.