Badung, 12 Juni 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Dhyana Pura (FK Undhira) menyelenggarakan International Guest Lecture di Aula E Universitas Dhyana Pura pada Jumat (12/6). Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran ini menghadirkan dua narasumber yang membahas perkembangan pendekatan holistik dan integratif dalam dunia kedokteran modern.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Dhyana Pura, Dr. dr. Putu Asih Primatanti, Sp.KJ., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa kedokteran memahami perkembangan paradigma medis yang semakin mengarah pada pendekatan holistik. Menurutnya, calon tenaga kesehatan tidak hanya dituntut menguasai pengobatan konvensional, tetapi juga mampu memahami keterkaitan berbagai aspek yang memengaruhi kesehatan pasien secara menyeluruh.

“Kita akan belajar bagaimana osteopati dapat bersinergi dengan kedokteran klinis, serta bagaimana sistem psikologis, saraf, endokrin, dan imunologi di dalam tubuh manusia saling terkait erat dalam memengaruhi kesehatan pasien. Penggabungan ilmu interdisipliner ini akan membentuk cara berpikir mahasiswa agar mampu melihat pasien sebagai satu kesatuan yang utuh,” ujar dr. Putu Asih.

Kuliah umum internasional tersebut menghadirkan Jorge Aranda Beltran, PhD dari Hands with Heart Foundation yang juga menjabat sebagai Vice Dean of the School of Osteopathy, University of Murcia, Spanyol. Dalam sesinya yang bertajuk “Basic Concept Osteopathy and Its Relation to Clinical Medicine”, ia menjelaskan bahwa osteopati merupakan profesi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan yang memandang tubuh manusia sebagai satu kesatuan yang saling terintegrasi. Osteopati tidak menggantikan kedokteran konvensional, melainkan melengkapinya melalui pendekatan yang berfokus pada fungsi tubuh, kemampuan adaptasi, proses pemulihan, serta peningkatan kualitas hidup pasien.

Jorge juga menekankan pentingnya pendekatan person-centered care yang memperhatikan faktor fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan dalam menentukan kondisi kesehatan seseorang. Melalui pendekatan tersebut, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih komprehensif melalui kolaborasi multidisiplin yang melibatkan dokter, osteopat, fisioterapis, psikolog, terapis okupasi, keluarga, hingga pendidik.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh dr. Dian Pritasari Jeger, Sp.PD., Subsp. P.P.M (K) dari RSUP Prof. Ngoerah dengan topik “Bring Basic Concepts of Holistic Therapy: Integrating the Psychoneuroendocrine-Immune (PNEI) Approach into Clinical Medicine”. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya pendekatan holistik yang memandang pasien sebagai individu yang utuh, mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.

Pendekatan Psychoneuroendocrine-Immune (PNEI) menjelaskan bahwa kesehatan dan penyakit merupakan hasil interaksi yang dinamis antara pikiran, sistem saraf, sistem endokrin, dan sistem imun. Ia memaparkan bahwa stres menjadi salah satu faktor utama yang dapat memicu ketidakseimbangan biologis, peradangan kronis, serta berbagai penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, gangguan autoimun, hingga gangguan psikososomatik.

Karena itu, penanganan pasien tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga mencakup pengelolaan stres, dukungan psikologis, perubahan gaya hidup, dukungan sosial, dan pendampingan spiritual guna mendukung proses penyembuhan yang optimal serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kegiatan berlangsung secara hybrid dengan peserta mengikuti acara secara luring di Aula E maupun daring melalui platform Zoom. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif setelah kedua narasumber menyampaikan materinya.

Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, Fakultas Kedokteran Universitas Dhyana Pura berharap dapat memperluas wawasan akademik mahasiswa serta memperkuat pemahaman mengenai pendekatan kedokteran yang berorientasi pada pasien secara menyeluruh. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, dan praktik kedokteran global.