Universitas Dhyana Pura meluncurkan program studi baru yaitu prodi S1 Akuntansi pada Jumat (18/8). Pada peluncuran prodi baru itu juga dilakukan penandatanganan MoU dengan Zezt Hotel dan Golden Tulip Hotel untuk penempatan mahasiswa PKL nantinya. Setelah itu dilaksanakan kuliah umum “Peran Lembaga Pendidikan Tinggi Dalam Mempersiapkan Akuntan yang Berdaya Saing di Sektor Pariwisata” dengan pembicara dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, SE., MM., Ak., CPA., CA.
Rektor Undhira, Dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro, FIAS mengatakan, Undhira telah memperoleh ijin pembukaan prodi baru sejak bulan Juli. Sesuai dengan hari kelahiran Undhira yaitu pada bulan Juli 2011. “Pada bulan Juli Undhira dipercaya juga menyelenggarakan program S1 Akuntansi. Ini merupakan kado terindah bagi Undhira,” ujarnya.
Dalam waktu kurang dari satu bulan sejak Prodi Akuntansi dibuka, Prodi Akuntansi Undhira telah ada 30 calon mahasiswa yang mendaftar, 20 diantaranya telah membayar. Di tengah bangsa membangun sistem yang transparan dan akuntable maka perlu tenaga akuntan yang bersih beritegritas yang kuat.
Program pemerintah yang membangun dari desa diperlukan enaga akuntan yang kuat dan berintegritas. Undhira mengembangkan 7 karakter. Dua diantaranya yaitu karakter percaya diri dan berintegritas merupakan modal besar untuk masuk ke karakter berikutnya. Karakter ketiga yaitu bisa menerima perbedaan, karakter memimpin, kreatif, professional.
Ketua Porgram Studi Akuntansi Undhira, Ni Luh Putu Sri Purnama Pradnyani, SE., M.Si., Ak., mengatakan, sesuai dengan visi prodi Akuntansi adalah menghasilkan SDM yang unggul dan professional di bidang keuangan dan audit di tahun 2024.
Untuk menuju visi tersebut harus didukung beberapa aspek. Salah satunya memiliki tenaga dosen yang ahli di bidangnya. Dosen Akuntansi yang dominan diisi oleh dosen yang masih muda dikatakan memiliki semangat yang tinggi. Mengingat Indonesia dulunya dibangun oleh orang-orang muda, maka ia optimis dengan dosen Akuntansi yang muda, dapat lebih semangat membangun generasi muda akuntansi yang professional.
Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Prof. Raka Suardana mengucapkan selamat kepada Undhira yang telah berhasil memperoleh ijin penyelenggaraan prodi Akuntansi. “Karena turunnya ijin prodi jauh lebih sulit. Saya selaku pribadi guru besar di Kopertis wilayah VIII berkeliling melakukan pendampingan akreditasi pada perguruan tinggi di wilayah VIII. Saya salut dari depan suasana akademis di Undhira luar biasa. Mahasiswa pun bangga akan kampusnya,” ungkapnya.
Sementara dari proses belajar mengajar, prodi yang diakui harus terakreditasi. Saat pertama dibuka, akreditasi yang dimiliki adalah C. Akreditasi tersebut hanya berlaku 2 tahun. Enam bulan sebelum 2 tahun harus sudah mengajukan akreditasi. Sedangkan Undhira telah memiliki modal awal yaitu dosen berjumlah 7 orang. Ia mengimbau agar 7 dosen tersebut dimaksimalkan dalam waktu 1,5 tahun ke depan.
Prof. Dr. I Wayan Ramantha, SE., M.Si., Ak., CPA., CA., dalam kuliah umumnya menyinggung soal akuntansi dana desa. Miliaran dana desa digelontorkan ke desa. Namun desa tidak berani merealisasikan dana tersebut. Salah satu ketakutan yang dialami adalah soal pertanggungjawabannya. Ia berharap dengan prodi Akuntansi yang dimiliki, Undhira dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat membantui akuntansi keuangan dana desa agar lebih transparan.