Sebanyak 342 lulusan Universitas Dhyana Pura (Undhira) diwisuda, Senin (25/9) di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar. Para lulusan tersebut dari mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Humaniora (FEH) serta Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi (FIKST). Upacara sidang senat terbuka Wisuda ke 6 Undhira ini dibuka ketua senat Dhyana Pura yang sekaligus Rektor Undhira Dr dr Made Nyandra Sp KJ MRepro FIAS. Selai prosesi wisuda para lulusan, dalam acara ini juga diserahkan 7 buah kursi roda pada penyandang disabilitas Yayasan Bunga Bali.
Rektor Undhira Dr dr Made Nyandra Sp KJ MRepro FIAS memaparkan pentingnya membangkitkan semangat kebhinekaan, keragaman dalam rangka mempercepat mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Keberagaman telah diterapkan Undhira sejak lama, dimana para mahasiswanya berasal dari beragam suku, ras, kepercayaan dan budaya di Indonesia. Namun didalam keberagaman tersebut para mahasiswa saling menghormati, monolong, membantu satu sama lain dalam rangka menyelesaikan pendidikannya.
Ditengah situasi dan perkembangan teknologi yang sangat maju dan cepat, segala bentuk informasi dan pengetahuan dengan mudah didapatkan, namun tidak cukup untuk mencapai kesuksesan hidup. Hal itu menandakan bahwa masih diperlukannya interaksi sosial, perkembangan dan pertumbuhan emosional. Oleh karena itu Undhira terus memperbaharui kurikulum, baik metodologi pembelajaran agar mampu menjawab persoalan dan tuntutan perkembangan teknologi sekarang maupun yang akan datang. Teladan dan unggulan tidak hanya menjadi visi yang sekedar dibaca, dilihat dan dipahami, namun mampu membangun manusia yang utuh. Tidak hanya memiliki intelektual tinggi tetapi didalamnya juga memiliki moral, etika dan spiritual yang baik. Untuk itu Undhira membentuk lembaga khusus untuk mengkaji metode-metode yang berkembang sesuai dengan jamannya. Undhira juga membangun lembaga pembentukan karakter yang setiap saat menyusun dan berpikir untuk melaksanakan pembinaan melalui proses pendidikan. Hal itu dilakukan kerena para mahasiswa memerlukan mekanisme adaptasi agar dapat mengantarkan mereka beradaptasi dengan perubahan yang akan datang.
Made Nyandra menambahkan bahwa di 2017 Undhira telah menerima 2 ijin program studi (prodi) baru yakni prodi D4 Pengelolaan Perhotelan dan S1 Akutansi. Kemudian dari sejumlah prodi yang ada, 5 prodi telah terakreditasi sangat baik dan prodi lainnya tengah persiapan mencari akreditasi tersebut. Undhira telah diberikan ijin legalisasi penyelengaraan LSP P1. Dengan ijin ini Undhira dapat melaksanakan uji kompetensi sendiri sehingga para lulusan tidak hanya mendapatkan ijasah, namun juga sertifikat kompetensi. Selain itu rasio dosen dengan mahasiswa tidak melebihi dengan yang telah disyaratkan. Undhira sendiri memiliki 15 dosen dengan kualifikasi S3 dan beberapa dosen sedang menjalani pendidikan. Data Webometrics menempatkan Undhira pada posisi 515 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan di Bali pada urutan 10, satu tingkat dibawah STP Nusa Dua. Rektor Undhira mengingatkan pada para wisudawan agar tetap menerapkan 7 karakter dalam hidup dan bermasyarakat.
Sekreatris Pelaksana Kopertis Wilayah VIII Dr Slamet Soleh MSc menyampaikan bahwa para mahasiswa dianggap lulus harus memiliki tiga sikap, yakni attitude, knowledge dan skills yang bagus. Ketiga hal tersebut agar diterapkan para lulusan dimasyarakat. Bahkan nantinya, diharapkan untuk terus menambah wawasan agar tiga hal tersebut makin berkembang.
Untuk Undhira, Slamet Soleh berharap institusi ini terus meningkatkan kualitas agar seluruh prodi yang ada menjadi unggulan dan model. Dan juga didalam bersaing untuk menjadi individu-individu yang unggul, namun didalam bentuk kerjasama. Sehingga kopertis wilayah VIII memiliki tim perguruan tinggi swasta yang luar biasa.