Seminar giziUNIVERSITAS Dhyana Pura (Undhira)Bali menggelar seminar sehari bertema “Mewujudkan Gizi Seimbang untuk Mengatasi Masalah Gizi Ganda”, Sabtu (9/2) di aula kampus setempat, Jalan Kubu Gunung, Dalung, Badung, Bali.

Seminar tersebut menghadirkan empat pembicara yaitu Ketua DPP Persagi Dr. Minarto, MPS., Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., ahli gizi RS Sanglah Ni Wayan Rapiasih, SST., MPH. dan Pembina Persagi Jatim yang dosen Poltekkes Malang I Dewa Nyoman Supariasa, MPS. Seminar yang dimoderatori Purnadhiberata itu diikuti mahasiswa, dosen Undhira dan sejumlah peserta dari luar kampus.

Rektor Dr. dr. Nyandra menyampaikan, seminar ini memiliki makna strategis untuk meningkatkan pemahaman tentang gizi. Melalui seminar itu diharapkan ada penambahan pengetahuan dan pemahaman tentang gizi.

Menurutnya, persolan gizi penting dipahami. Dan, saat ini Indonesia menghadapi masalah gizi ganda. Disatu sisi ada masyarakat yang kelebihan gizi, di sisi lain ada yang kekurangan gizi. Kelebihan gizi menimbulkan kegemukan atau obesitas. Obesitas rentan terserang penyakit metabolis.

Karena itu kita penting memahami masalah gizi. Dengan mengatur pola makan dengan gizi seimbang, diharapkan masyarakat terhindar dari penyakit metabolis, ujarnya.

Dikatakannya, Indonesia saat ini memiliki beban ganda masalah gizi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2010, jumlah penderita berat kurang di kalangan anak balita mencapai 17,9 persen yang terdiri atas 4,9 gizi buruk dan 13 persen gizi kurang. Sementara prevalensi kegemukan pada anak balita secara nasional berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan mencapai 14 persen. Jadi sindroma metabolik telah mengincar orang gemuk. Karena itu masalah gizi perlu mendapat perhatian, ujarnya sembari menambahkan, untuk melahirkan generasi berkualitas, sehat dan pintar, tentu perlu asupan gizi yang seimbang.

Di sisi lain, Nyandra menyampaikan, Undhira memiliki Fakultas Ilmu Kesehatan Sains dan Teknologi, selain Fakultas Ekonomika dan Humaniora. Di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan Sains dan Teknologi ada Program Studi S-1 Ilmu Gizi. Program S-1 Gizi yang dimiliki Undhira itu merupakan satu-satunya di Bali. Ilmu gizi itu sangat penting bagi kita. Itulah alasan Undhira me buka S-1 Gizi,ujarnya.

Sementara itu, Dr. Minarto menyampaikan, Indonesia mengalami masalah gizi ganda. Di satu sisi ada provinsi yang bagus gizi masyarakatnya, namun ada yang kurang bagus. Ada sekitar 20 persen memiliki gizi lebih, sehingga menimbulkan obesitas. Berbagai penyakit degeneratif mengancam orang-orang yang obesitas, seperti stroke, jantung, DM dan sebagainya. Kata dia, seminar yang digelar Undhira ini momen yang stratgis untuk menularkan pengetahuan dan pemahaman mengenai gizi.

Ketua Panitia Seminar yang Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Sains dan Teknologi Undhira dr. Bambang Hadi Kartiko, MARS menyampaikan topik seminar yang diangkat kali ini sangat relevan karena sampai saat ini masalah gizi kurang, belum sepenuhnya terselesaikan. Ditambah lagi dengan makin banyaknya gizi lebih, sehingga perlu penatalaksanaannya melalui penerapan pola gizi seimbang.