Universitas Dhyana Pura (Undhira) kembali memasuki masa Dies Natalis. Peringatan tahun ini istimewa karena merupakan Dies Natalis ke-7, karena Undhira lahir pada tanggal ke-7 bulan ke-7 dan memiliki falsafah Tujuh Karakter. Rangkaian acara Dies Natalis ke-7 dibuka secara resmi oleh Rektor Undhira, Dr. Made Nyandra Selasa (13/3). Dies Natalis kali ini mengangkat tema “Preparing for Greatness: Generasi Milenial yang Kompeten, Profesional dan Nasionalis”. Tema ini dipilih karena memasuki tahun ketujuh eksistensinya, Undhira semakin mempersiapkan segenap sivitas akademikanya untuk menjadi insan-insan yang hebat dengan memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing, nilai-nilai profesionalitas, serta rasa cinta tanah air yang kokoh. “Walaupun Undhira usianya masih muda, tapi kampus kita sudah bisa eksis dan berprestasi. Itu semua berkat mahasiswa, dosen, dan staf administrasi yang hebat,” ujar Dr. Nyandra.
“Banyak yang kagum dengan Undhira”, ungkap Dr. Nyandra, “karena belum tujuh tahun sudah bisa mendapatkan peringkat akreditasi insitusi B.” Undhira juga sudah diberikan ijin menambah dua program studi baru yaitu S1 Akuntansi dan program Sarjana Terapan Manajemen Perhotelan. Di samping itu, mahasiswa dan dosen terus berprestasi di tingkat wilayah dan nasional. Salah satunya, dalam tiga tahun terakhir, Undhira meraih peringkat ketiga dan kedua (berturut-turut dua kali) dalam pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat Kopertis Wilayah VIII Bali, NTB, NTT. “Semua ini berkat kerja keras seluruh sivitas akademika,” puji Dr. Nyandra.
Memasuki tahapan pengembangan Universitas selanjutnya dan menghadapi revolusi industri ke-4, dosen dan mahasiswa Undhira tidak boleh lengah. “Era disrupsi teknologi mendorong kita untuk berubah, jika tidak kita akan ketinggalan,” pesan Dr. Nyandra. Di samping itu, saat ini Indonesia sedang mengalami tantangan radikalisme, intoleransi, serta bahaya narkoba. Oleh karena itu, diperlukan generasi milenial yang dapat menjawab tantangan “Jaman Now” dengan memiliki kompetensi, profesionalitas, dan semangat nasionalisme yang kuat.
Ada 58 kegiatan dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-7, yang dimulai dengan Sosialisasi mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi dosen. Sosialisasi mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan cara perolehannya mendatangkan narasumber Tim Sentra HKI Universitas Udayana yaitu Dr. I Wayan Wiryawan, SH., MH dan I Nyoman Mudana SH., MH.
Dr. Diana Erfiani, M.Hum selalu Kepala LP2M Undhira menyampaikan Undhira baru membentuk Sentra HKI Undhira dan menetapkan Bapak I Made Elia Cahaya, SH, S.Pd., M.Pd sebagai Ketua Sentra HKI Undhira. “Karena baru dibentuk, maka kita perlu banyak belajar dari Universitas Udayana yang sudah lebih dulu mempunyai Sentra HKI, supaya Undhira dibimbing dan bisa maju bersama dalam hal Hak Kekayaan Intelektual terutama dosen dan mahasiswa”, Ujar Dr. Diana.
Dalam paparannya Dr. I Wayan Wiryawan, SH., MH selaku Ketua Sentra HKI UNUD menyatakan bahwa seseorang yang kreatif dan inovatif dan bisa menghasilkan barang atau jasa yang sifatnya baru berhak untuk dilindungi HKI dan mendaftarkan barang dan jasanya untuk mendapatkan hak cipta/paten.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa “Kreatifitas dan Inovasi perlu dilindungi HKI karena untuk menciptakan barang dan jasa yang sifatnya baru memerlukan olah pikir, kreatifitas, dari pencipta, inventor, atau kreator, oleh karena itu perlu didaftarkan untuk mendapatkan hak cipta/paten. Inovasi juga membutuhkan tenaga, waktu, pikiran bahkan biaya yang tidak sedikit untuk sebuah karya atau penemuan, oleh karena itu apabila kreatifitas dan inovasi tersebut sudah mempunyai hak cipta/paten maka individu tersebut diberikan hak eksklusif untuk melindungi modal investasi yang dikeluarkan, pengambilan dengan tidak memberikan kompensasi bagi pemiliknya adalah suatu pelanggaran”, sambungnya.

