Serangkaian dies natalis VII, Universitas Dhyana Pura (Undhira) menggelar Orasi Pancasila dan Expo Budaya di kampus Undhira Bali, Kamis (28/6) kemarin. Expo menampilkan berbagai produk dari sejumlah etnis yang ada di Indonesia, yang ditampilkan pada 16 stand. Seperti etnis Papua, Dayak, Toraja, Maluku, Sumba, Nusa Tenggara Timur, Minahasa, Batak, Bali dan lainnya. Kegiatan yangdilangsungkan selama tiga hari, dibuka Mentri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga. Usai seremoni pembukaan, Mentri Koperasi danUKM bersama Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa, Kadis Koperindag Kabupaten Badung Ketut Karpiana dan sejumlah undangan lainnya meninjau masing-masing stan expo budaya tersebut.

dies 2018c

Menurut Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra Sp.Kj. M.Repro. FIAS, selain dalam rangka memeriahkan dies natalis VII Undhira, expo budaya dan orasi Pancasila ini juga sebagai langkah dalam mempersiapkan mahasiswa agar kompenten dan propesional, juga memiliki jiwa nasionalisme. Orasi Pancasila disampaikan sekitar 52 orator dengan menggunakan bahasa daerahnya masing-masing, dan juga ditampilkan sejumlah aksi atau seni budaya khas daerahnya. Dengan hal ini diharapkan semuanya, khususnya para mahasiswa sadar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, kaya akan budaya, memiliki banyak keunikan. “Untuk membangun kesadaran ini, hari ini ada 52 orator Pancasila. Sehingga kamis semua secara kolektif membangun kesadaran bahwa kita berbeda dalam banyak hal, tetapi kita disatukan didalam sebuah negara besar yang bernama Indonesia”, tegas Made Nyandra.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM RI, I Wayan Dipta sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Undhira dalam rangka mengangkat budaya nasional dan juga mempromosikan produk-produk budaya lokal. Diakuinya, bahwa Indonesia memiliki kekayaan kebudayaan yang luar biasa, dan hal itu harus diangkat. Pihak kementerian sendiri ingin terus meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, sehingga upaya kerjasama pun terus dilakukan, salah satunya dengan perguruan tinggi. Peran perguruan tinggi menjadi penting sekali, terutama memberikan sentuhan teknologi pada produk lokal.

Koordinator Kopertis wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si menyikapi bahwa expo budaya yang digelar Undhira merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan kampus tidak hanya melahirkan job seekertetapi sebagai job creater. Karena dalam expo ini merupakan pembelajaran untuk mendekatkan teori dengan praktek. Sehingga para mahasiswa siap tamat, siap kerja, dan siap berwirausaha. Terkait orasi Pancasila, Koordinator Kopertis Wilayah VIII berpandangan bahwa ini merupakan pembelajaran yang luar biasa. Public speaking penting untuk menunjukkan kekuatan moral dan mental mahasiswa sendiri menjadi pribadi-pribadi yang unggul di depan publik. “Jadi ini adalah cermin, saya pikir ini berangkat dari Undhira, mudah-mudahan ini menggelembung ke seluruh Indonesia dan menjadikan kampus ini menjadi kampus peradaban yang selalu mencintai keberagaman”, tutup Dasi Astawa.