Universitas Dhyana Pura (Undhira) berkomitmen mengembangkan inovasi sumber daya lokal sekaligus memberdayakan masyarakat, salah satunya melalui program desa herbal di Catur, Kintamani, Bangli. Rabu (19/12) dilaksanakan kegiatan tutup tahun pendampingan desa herbal selama 2018. Program yang sudah berjalan selama dua tahun ini bertujuan mengembangkan potensi desa hingga selain sebagai penghasil kopi arabika specialty, Catur Kintamani dapat dikenal sebagai produsen produk-produk herbal yang berguna di masyarakat sekaligus desa wisata dengan herbal sebagai salah satu keunikannya.
Tim Undhira melalui kerjasama dengan EMS di Stuttgart Jerman, didampingi oleh Puri Damai Ubud, melakukan berbagai kegiatan antara lain penanaman dan panen tanaman herbal di demplot Undhira dan di kebun-kebun anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Subak Abian Wanasari Kenjung, pelatihan pembuatan produk olahan herbal dengan KWT, serta pengemasan dan pemasaran produk herbal melalui media daring. Beberapa produk yang sudah dihasilkan selama dua tahun adalah herbal healing oil, hair oil, massage oil, face oil, lulur dan boreh dengan merek “Catur Wangi”.

Program ini akan berlanjut sampai 2020, dengan fokus penyempurnaan produk, kemasan, dan pemasaran produk herbal Catur Wangi. “Di periode 2019-2020 pelatihan dan pengampingan akan melibatkan PKK di samping KWT yang ada, karenanya kita perlu dukungan penuh masyarakat Catur dan sivitas akademika Undhira,” ungkap Dr. Ni Made Diana Erfiani sebagai ketua LP2M Undhira.
Pendampingan Undhira telah dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat Desa Catur. Di samping program herbal ini, beberapa dosen dan mahasiswa Undhira juga mengadakan beragam kegiatan pengabdian masyarakat di antaranya pengembangan dan promosi desa wisata berbasis masyarakat berdasarkan standar CBT ASEAN. “Yang sangat kami rasakan dan yang akan bertahan lama adalah ilmu yang diberikan sehingga kualitas SDM di desa kami meningkat,” ujar I Gusti Ngurah Rupa sebagai Kelian Subak Abian Wanasari Kenjung sekaligus Ketua Pokdarwis Catur.
Mengusung visi perguruan tinggi teladan dan unggulan, Undhira mendorong dosen dan mahasiswanya meneliti, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan mengabdikan Ipteks di masyarakat. “Dengan begitu, Undhira benar-benar dapat memberi dampak bagi masyarakat seperti di Desa Catur ini,” jelas Rektor Dr. Made Nyandra. “Undhira sudah memiliki peta jalan dalam mendampingi Catur mengembangkan keunikannya yang sejalan dengan rancangan yang dimiliki perangkat desa,” sambungnya. Dalam acara tutup tahun ini, diadakan pula serah terima perangkat penunjang produksi olahan herbal dari Undhira dan penyerahan penghargaan kepada kelompok dengan kebun herbal terbaik.