Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Dhyana Pura – Undhira Bali, bekerja sama dengan Forum Perbekel Bali, mengadakan Fokus Group Discussion (FGD) di aula gedung E Kampus Dhyana Pura (26/2). FGD ini mengambil tema “Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Desa dalam Menjawab Permasalahan di Masyarakat”, dan dibuka langsung oleh Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra. FGD dihadiri oleh perwakilan Forum Perbekel dari masing-masing Kabupaten/Kota, sekitar 70 dosen Undhira, 10 dosen dari luar Undhira, dan 6 pengelola lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi lainnya.
Dalam sambutannya Dr. Nyandra menyampaikan bahwa melalui LP2M, Universitas Dhyana Pura berkomitmen untuk melaksanakan pengabdian yang berkelanjutan, salah satunya di Desa Catur Kintamani di Kabupaten Bangli. Undhira bersama tim, akademisi, dan mahasiswa dari beragam program studi memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat di desa Catur, antara lain pengolahan tanaman obat menjadi produk herbal. “Tidak hanya pengolahannya tetapi juga pengemasan yang menarik, dan juga yang paling penting pemasarannya, tentunya di harapkan dengan kegiatan ini pendapatan dan juga kesejahteraan masayrakat menjadi meningkat”, sambungnya.
Ketua LP2M, Dr. Ni Made Diana Erfiani, menyatakan bahwa Universitas Dhyana Pura menggagas pertemuan para akademisi dengan para Perbekel atau Kepala Desa FGD yang difasilitasi oleh Forum Kepala Desa se-Bali didasari atas keinginan untuk mengabdikan pengetahuan dan hasil-hasil penelitian para dosen dan mahasiswa di masyarakat, untuk menjawab tantangan di masyarakat. “Diskusi ini diharapkan menghasilkan sebuah konsep bagaimana para akademisi mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan membina hubungan dengan para Kepala Desa sebagai fasilitator, sehingga FGD ini mampu melahirkan kerjasama yang mendukung perkembangan dan kemajuan masyarakat desa,” paparnya.

Sekjen Forum Perbekel Bali I Made Agus Antara mengutarakan bahwa Undhira adalah satu-satunya kampus di Bali yang mengajak Forum Perbekel dan akademisi untuk duduk bersama. Hal ini sangat diharapkan, sehingga potensi desa yang ada di masing-masing desa di Bali mampu terangkat dan dibantu oleh pihak perguruan tinggi. Menurutnya, potensi masing-masing desa di Bali sangat besar dari segi pariwisata, pengobatan herbal, dan potensi lain yang belum tergali. “Kami berharap akademisi-akademisi Perguruan Tinggi memberikan gagasan dan ide untuk ikut andil dalam pembangunan desa melalui pengabdian-pengabdian ke masyarakat,” ujarnya.
Forum ini mengundang Perwakilan Kepala Desa atau Perbekel se-Bali. Hasil dari diskusi ini akan di godok di LP2M Undhira untuk menemukan langkah-langkah strategis bagaimana Penelitian dan Pengabdian Masyarakat nantinya mampu di petakan sehingga lebih bermanfaat dan terfokus dalam memenuhi standar mutu yang sudah ditetapkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI.