Bertempat disalah satu hotel di kawasan Ubud, Universitas Dhyana Pura yang dikenal juga oleh masyarakat sebagai kampus pariwisata, dipercaya menyelenggarakan Bimbingan Teknis  (Bimtek) Desa Wisata bekerjasama dengan Kemenparekraf yang berlangsung selama satu hari pada Jumat 4 September 2020. Penyelenggaraan Bimtek ini diadakan dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan yang ditandai  dengan rapid test bagi seluruh peserta dan yang hadir di acara Bimtek ini. Jumlah peserta Bimtek sebanyak 30 orang yang berasal dari pengurus dan anggota Kelompok Sadar Wisata Desa Catur, Bangli, berlangsung dari pukul 07.00-17:30 Wita. Arahan/sambutan/pembukaan disampaikan oleh Kemenparekraf dan Rektor Undhira. Dalam sambutannya Kemenparekraf yang diwakilkan oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Regional B, Yulianda, SE menyampaikan bahwa  salah satu tujuan diadakan Bimtek adalah untuk menjadikan masyarakat desa sebagai champion/pemeran utama dalam menggerakan potensi pariwisata yang ada di daerah masing-masing. Sedangkan Rektor Univerisitas Dhyana Pura Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE.,MMA.MA yang juga langsung sebagai pembicara menjelaskan, bahwa Universitas Dhyana Pura siap bersinergi  dan berkolaborasi dengan instansi pemerintah dan swasta, siap mengabdi dan memberikan ilmu pengetahuan, pelatihan dan pendampingan pada masyarakat desa di seluruh Bali yang daerahnya berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah wisata. Rektor Undhira pada Bimtek ini membawakan materi Sapta Pesona dan Pelayanan Prima. Dijelaskan oleh Rektor Undhira bahwa dalam usaha mengelola jasa pariwisata salah satunya harus mampu melakukan pelayanan atau service yang memuaskan. Service yang dimaksud diuraikan  sebagai berikut; Smile for everyone, Excellent in everything do, Reaching out to every with hospitality, Viewing every guest as special, Inviting guest to return, Creating a warm atmosphere, Eye contact that shows we are. Pembicara berikutnya adalah Sidhi Bayu Turker, SH., M.Par yang juga sebagai Kepala Program Studi D4 Manajemen Pariwisata Undhira dengan materi CHSE (Clean, Health, Safety, Environment).

Setelah istirahat dan makan siang acara dilanjutkan dengan sessie panel dengan para panelisnya adalah ; Dr. Ni Made Diana Erfiani yang membawakan materi Packaging, Dr. Jaya Pramono membawakan materi Exploring dan Dr. Dermawan Waruwu mempresentasikan desa Catur sebagai Desa Wisata Herbal. Bertindak sebagai moderator adalah Putu Chris Susanto, fasilitator I Putu Darmawijaya, serta MC oleh Ni Luh Christine P. Suyasa. Sesuai dengan pengamatan di lapangan saat acara Bimtek berlangsung, para peserta sangat antusias mengikuti acara Bimtek yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan seputar kiat mengelola desa wisata. Pertanyaannya antara lain diseputar bagaimana caranya meningkatkan SDM dalam bidang bahasa asing dan meningkatkan peran serta generasi muda di pedesaan agar bisa berperan aktif dalam mengembangkan desa wisata ke depannya. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Rektor Undhira yang adalah pakar/akademisi pariwisata, bahwa keberhasilan dan kegagalan desa wisata adalah terletak di tangan penduduk desa wisata itu berada beserta pengelolanya. Diharapkan oleh Rektor Rai bahwa jika ingin desa wisata maju dan berhasil, maka harus siap berubah, mau belajar, berlatih dan membuka wawasan seluas-luasnya. Paparnya lagi; “yang merubah diri kita adalah diri kita sendiri dan bukan orang lain; yang merubah desa itu maju adalah penduduk desanya sendiri, dan bukan penduduk desa lain”. Sampai acara berakhir, semua peserta Bimtek dapat mengikuti acara dengan aman, nyaman dan sehat, meskipun diadakan di tengah situasi pandemi Covid-19. Dari pancaran wajah para peserta, mereka optimis setelah pulang ke desanya, akan siap mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya yang didapat dari para pembicara, guna membangkitkan pariwisata Bali dan Indonesia dari desa-desa, termasuk kebangkitan pariwisata yang ada di desa Catur, Bangli. Universitas Dhyana Pura pun siap menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi, baik yang berkorelasi dengan aktivitas pengembangan pariwisata maupun kegiatan masyarakat dalam bidang yang lainnya. Dengan mengusung visi Teladan dan Unggulan serta 15 program program studi yang dibuka, Undhira telah siap mendukung SDM Bali menuju Bali Era Baru; Nangun Sat Kerti Loka Bali. Maju Desaku, Maju Indonesiaku.