Untuk lebih mengenalkan mahasiswa kepada calon pengguna lulusan (user), Program Studi Biologi Konservasi Undhira Bali mengadakan kegiatan akademik terpadu yang meliputi kuliah dan praktikum lapangan di Taman Burung Bali atau yang lebih dikenal dengan Bali Bird Park Gianyar pada Minggu, 25 Mei 2014 lalu. Beberapa kajian mengenai taksonomi, perilaku, ekologi dan manajemen penangkaran satwa dapat dipelajari oleh mahasiswa di lokasi ekowisata tersebut.
Kegiatan ini dapat terselenggara atas kerjasama yang baik antara Program Studi Biologi Konservasi Undhira Bali dengan Taman Burung Bali sebagai salah satu stakeholders Undhira yang fokus mendukung upaya-upaya pelestarian satwa burung di Bali. Kegiatan ini akan rutin diadakan tiap tahun dengan mengambil lokasi di beberapa ekowisata maupun taman nasional ada di dalam maupun luar Bali. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua program Studi Biologi konservasi undhira Bali, I Gede Widhiantara, S.Si. M.Biomed. bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mendekatkan para mahasiswa kepada dunia kerja lulusan Biologi Konservasi nantinya, sehingga wawasan peserta didik menjadi lebih terbuka dan matang untuk siap terjun ke industri yang berbasis biologi maupun lingkungan.
Program Studi Biologi Konservasi Undhira Bali didirikan untuk mengatasi tantangan degradasi lingkungan seperti punahnya spesies, kerusakan habitat dan ekosistem yang semakin parah belakangan ini. Menurut beberapa ahli, Biologi Konservasi dinyatakan sebagai ilmu masa depan yang mampu menjawab permasalahan-permasalahan lingkungan secara global. Ilmu Biologi Konservasi sendiri merupakan ilmu multidispliner yaitu gabungan dari beberapa ilmu ilmu sains, ekonomi hingga manajemen sumber daya alam. Lulusan biologi konservasi dapat bekerja di laboratorium, kantor, lapangan, universitas, pemerintahan, industri dan organisasi nonprofit. Mereka didanai untuk meneliti, mengawasi, melaporkan setiap detail apa yang menjadi bidangnya. Untuk melakukan upaya konservasi mereka harus menjawab tiga pertanyaan pokok yaitu: pertama, bagaimana keanekaragaman hayati terdistribusi di bumi, kedua, apa ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan ketiga, apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi ancaman tersebut dan jika mungkin mengembalikan keanekaragaman hayati dan ekosistem seperti semula.