Jumat, 21 Oktober 2022, Program Studi Gizi Undhira mengadakan kuliah umum dengan tema Program Weight Loss Berbasis Digital di Aula E, Kampus Dhyana Pura. Kuliah umum ini diikuti oleh Mahasiswa Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi (FKST) dari Prodi Gizi (S1), Prodi Kesehatan Masyarakat (S1), Prodi Psikologi(S1), Prodi Biologi (S1), Prodi Perekam dan Informasi Kesehatan (S1), Prodi Teknik Informatika (S1) serta Prodi Sistem Informasi (S1).
Narasumber pada kuliah umum tersebut yaitu Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz., M.Sc., R.D. P.hD seorang peneliti dan dosen di Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada. Bertindak sebagai moderator yaitu Ni Putu Eny Sutistyadewi, S.Gz, M.Si, menyebutkan Harry Freitag Luglio mengambil spesifikasi pada bidang Nutrition and Translational Research in Metabolism di Maastricht University, Belanda, pada bidang Biomedical Sciences. “Harry merupakan peneliti yang aktif mengkaji beragam aspek di bidang obesitas mulai dari kajian epidemiologi, klinis hingga molekuler.” Terang Eny Sutistyadewi.

Kepala Program Studi Gizi Undhira Dr.nat.techn. Ida Bagus Agung Yogeswara, S.TP., M.Sc dalam sambutannya dan membuka kuliah umum menyampaikan Weight Loss dan Fat Loss adalah dua hal yang berbeda. Weight Loss merupakan penurunan berat badan secara keseluruhan. Berat ini dapat mencakup otot, lemak, dan air dari tubuh. Sedangkan fat loss merupakan pengurangan lemak tubuh yang lebih spesifik. Penurunan angka berat badan saat weight loss biasanya terjadi lebih cepat, sedangkan saat fat loss terjadi lebih lambat.
“Kuliah umum saat ini akan membahas mengenai penurunan berat badan secara keseluruhan berbasis digital, menggunakan aplikasi digital untuk membantu proses penurunan berat badan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal”. Terang Dr. Yogeswara
Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz., M.Sc., R.D. P.hD pada kuliah umumnya menyampaikan peranan ahli gizi sangat besar pengaruhnya walaupun sudah ada aplikasi berbasis digital yang membantu ahli gizi dalam melakukan proses analisis. Human Connection dan Human Interaction terutama dalam konsultasi kesehatan khususnya gizi adalah salah satu hal yang tidak bisa digantikan oleh Artificial intelligence (AI) atau sesuatu yang berbasis digital.
Seorang ahli gizi merupakan jantung, kreatifitas seorang ahli gizi yang menciptakan menu sesuai dengan kondisi masing-masing individu dan hal ini sangat sulit digantikan oleh AI. “Konsultasi, Kreatifitas, Motivasi, membangun rasa nyaman dengan klien adalah hal-hal yang secara langsung tidak bisa digantikan oleh AI atau Aplikasi berbasis digital”. Terang Harry Freitag