Dhyana Pura University (Undhira) was officially declared as a disaster preparedness campus by BNPB RI at the Undhira declaration event as a disaster preparedness campus at the Dhyana Pura green area on July 1, 2023. The declaration of Dhyana Pura University as a disaster preparedness campus was signified by the reading of the declaration and the signing of the inscription by the Director of Disaster Mitigation of BNPB Republic of Indonesia, Mr. Berton Suar Pelita Panjaitan and the Rector of Dhyana Pura University, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE, MA. The declaration was also attended by the head of BPBD Bali, head of Basarnas Bali, and Badung Firefighter Department. During the declaration event, a firefight simulation involving Badung firefighters, PMI Bali, BPBD Bali, and students was also held on the Undhira campus.

Universitas Dhyana Pura (Undhira) resmi ditetapkan sebagai kampus siaga bencana oleh BNPB RI pada acara deklarasi Undhira sebagai kampus siaga bencana di lapangan hijau Dhyana Pura setempat pada tanggal 1 Juli 2023.

Deklarasi Universitas Dhyana Pura sebagai kampus siaga bencana ditandai dengan pembacaan deklarasi dan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Direktur Mitigasi Bencana BNPB Republik Indonesia, Bapak Berton Suar Pelita Panjaitan dan Rektor Universitas Dhyana Pura, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA. Deklarasi itu turut dihadiri oleh kepala BPBD Bali, kepala Basarnas Bali, dan dinas pemadam kebakaran Badung.
Deklarasi kampus siaga bencana di Universitas Dhyana Pura ini merupakan kampus ketiga di Bali yang secara resmi telah mendeklarasikan diri sebagai kampus siaga bencana di Provinsi Bali terdapat 12 kampus yang rencananya akan melakukan hal serupa.

Direktur Mitigasi Bencana BNPB Republik Indonesia, Bapak berton suar pelita Panjaitan menyambut baik dan mengapresiasi jajaran rektorat Universitas Dhyana Pura yang telah ikut berpartisipasi menjadi bagian dari kampus siaga bencana, keberadaan kampus siaga bencana sangat penting mengingat Bali memiliki banyak potensi bencana mulai dari gunung berapi, banjir, tanah longsor dan lainnya, untuk itu semua elemen masyarakat dan lembaga baik pemerintah maupun swasta dan dunia pendidikan harus siap siaga bencana.

Sebagai kampus siaga bencana terdapat empat indikator utama sebagai kampus siaga bencana seperti kebijakan kampus yang berbasis pengurangan risiko bencana, termasuk gedung dan lingkungan kampus yang terbebas dari ancaman bencana, seperti tersedianya jalur evakuasi dan titik kumpul, tersedianya sarana prasarana penanggulangan bencana, adanya kegiatan simulasi dan pelatihan-pelatihan siaga bencana.

“Kampus siaga bencana diharapkan bisa menghasilkan relawan-relawan yang memiliki keterampilan dalam penanganan bencana baik untuk di bidang pendidikan, potensi SAR, kesehatan dan dukungan ke gawat darurat lainnya.” Ujar Berton Suar Pelita Panjaitan.

Sementara itu rektor Universitas Dhyana Pura, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA menyatakan kampus siaga bencana merupakan kebutuhan lembaga, mengingat besarnya potensi kegawatdaruratan atau bencana yang kemungkinan bisa terjadi di Indonesia termasuk Bali, maka dari Undhira sangat siap untuk menjadi kampus siaga bencana yang harapannya bisa mencetak relawan-relawan yang memiliki wawasan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana.

“Dalam implementasinya kampus siaga bencana ini dalam waktu dekat akan disiapkan modul modul pelatihan mitigasi dan penanggulangan bencana lainnya, elemen mitigasi bencana ini akan dimasukkan dalam mata kuliah mata kuliah tertentu yang sebenarnya sudah ada juga unsur mitigasi bencananya.” Terang Dr. Rai Utama.

Dalam acara deklarasi tersebut juga dilakukan simulasi penanganan kebakaran yang terjadi di kampus Undhira yang melibatkan pemadam kebakaran Badung, PMI Bali, BPBD Bali dan para mahasiswa.