Universitas Dhyana Pura mendapat kunjungan dari Kementerian PPN/Bappenas, Kamis, 5 Desember 2024. Pertemuan diadakan di Konferensi Gedung C Kampus Dhyana Pura.

Tamu dari Direktorat Pendidikan Tinggi dan Iptek Kementerian PPN/Bappenas disambut oleh Rektor Undhira, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA didampingi oleh Para Wakil Rektor, Kepala LPPM, Kaprodi Gizi, Kaprodi Biologi, Kaprodi Kesehatan Masyarakat, Kaprodi PAUD dan bagian terkait dengan kegiatan hari itu.

Dalam sapaannya Bapak Brian dari Direktorat Pendidikan Tinggi dan Iptek Kementerian PPN/Bappenas menyampaiakan bahwa telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) yang diterbitkan melalui UU No. 59 tahun 2024 tentang RPJPN 2025-2045.

Dan saat ini, Kementerian PPN/Bappenas sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang salah satunya memuat kebijakan terkait transformasi pembangunan gizi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Atas dasar hal tersebut, Kementerian PPN/Bappenas melakukan kunjungan ke Undhira bermaksud untuk mendalami kontribusi Universitas Dhyana Pura di bidang Kesehatan dan Gizi.

Dalam diskusi Kepala LPPM Undhira, Dr. I Gede Widhiantara, S.Si., M. Biomed menyampaikan tantangan dan peluang dalam bidang Kesehatan dan Gizi khususnya stunting di Bali.

Tantangan yang dihadapi, banyak faktor yang berkontribusi dalam kejadian stunting, sehingga perlu penelitian yang lebih komprehensif ttg patogenesis, faktor resiko serta melibatkan multisector, pencegahan stunting bukan hanya fokus ke balita  saja, tetapi harus tertangani mulai dari catin termasuk remaja, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, penguatan edukasi ke masyarakat : banyak orang tua yg salah tafsir bahkan tersinggung apabila anaknya di sebut stunting. Sehingga perlu suatu cara atau solusi yang tepat untuk pemberian edukasi, pelaksanaan KKN tematik stunting masih kurang, pemberdayaan masyrakat tentang penanganan atau pencegahan stunting masih kurang.

Peluang yang ada yaitu komitmen pemerintah pusat & daerah dalam pencegahan stunting (program dan anggaran), dan PT di Bali yang menyelenggarakan Prodi Kesehatan, Gizi, memudahkan untuk berkolaborasi riset, pengabdian serta edukasi/promotif, untuk menurunkan prevalensi stunting, sumber daya alam yang melimpah, dapat diteliti, diinovasikan menjadi sumber bahan pangan fungsional, sumber protein untuk mengatasi stunting (tumbuhan pangan, perikanan, peternakan), di Bali, peran Desa Adat sangat penting (pencegahan di hulu), mengumpulkan calon pengantin untuk edukasi mengenai pencegahan stunting.