Rabu (26/3), Universitas Dhyana Pura (Undhira) menyelenggarakan Seminar Eco Entrepreneurship Hub bertema “From Education to Action: The Role of Green and Blue Economy in Advancing the SGDs”. Kegiatan ini bertempat di Aula Gedung E Undhira yang dirangkai dalam acara kuliah karakter dan dihadiri oleh Para Wakil Rektor, Para Dekan, Kaprodi, Fasilitator Karakter, dan Mahasiswa Undhira. Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi, Dr. Ni Made Diana Erfiani, S.S., M.Hum, mewakili Rektor Undhira untuk menyampaikan sambutan. Dalam sambutannnya, Dr. Ni Made Diana Erfiani menyambut para narasumber yang sudah berkenan untuk hadir baik secara langsung maupun daring. Lebih lanjut Dr. Ni Made Diana Erfiani menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan memberikan pengetahuan dalam menerapkan SDGs di lingkungan kampus. “Kegiatan ini dilaksanakan didasarkan atas 2 landasan, yakni, Undhira memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung pencapaian 17 goal SDGs serta kerinduan Undhira untuk menjadi wadah bagi pengembangan usaha yang berbasis pelestarian lingkungan” terang Dr. Ni Made Diana Erfiani.

Dalam kegiatan ini Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi Undhira mewakili Rektor Undhira melaunching program Eco Entrepreneurship Hub. Penyampaian materi oleh Narasumber dimoderatori oleh Putu Chris Susanto, BA., MBA., M.ED yang merupakan salah satu dosen dan anggota tim pelaksana program Eco Entrepreneurship Hub Undhira. Sedangkan Narasumber yang hadir adalah Prof. Dr. Ir. I Wayan Budiasa,S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng. dari Universitas Udayana, Ayu Lana Nafisyah, S.Pi., M.Sc.,Ph.D. dari Universitas Airlangga, dan Dr. Rahmadi Prasetijo dari Universitas Dhyana Pura.
Prof. Dr. Ir. I Wayan Budiasa menyampaikan materi “Understanding the SDGs: A Closer Look for Generation Z”, yang menyoroti pentingnya Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan ketidaksetaraan. Dalam materi ini, dipaparkan bahwa Universitas Udayana telah mengintegrasikan perspektif keberlanjutan dalam kurikulumnya, termasuk melalui program Master in Sustainable Finance and Development (MSFD) serta kerja sama dengan OJK dan Bappenas. Selain itu, Bali Center for Sustainable Finance dan SDGs Center turut berperan dalam mendorong inovasi pendanaan untuk mencapai tujuan SDGs 2030.

“Innovating the Blue Economy: Integrating SDGs into Aquatic Resource Management” merupakan materi yang disampaikan oleh Ayu Lana Nafisyah, S.Pi., M.Sc.,Ph.D. Beliau membahas peran ekonomi biru dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Diskusi menyoroti manajemen sumber daya perairan, konservasi ekosistem laut, serta pengembangan teknologi bersih dan energi terbarukan untuk menjaga ketahanan ekosistem laut. Beberapa tantangan global seperti polusi laut, perubahan iklim, dan keberlanjutan industri perikanan juga diangkat. Indonesia diproyeksikan dapat mengandalkan ekonomi biru untuk menyumbang 15% dari PDB pada 2045, dengan fokus pada konservasi mangrove dan pemanfaatan mikroalga sebagai solusi inovatif bagi ketahanan pangan dan mitigasi perubahan iklim.

Narasumber terakhir dalam Seminar Eco Entrepreneurship Hub, Dr. Rahmadi Prasetijo, membahas “Sustainable Universities in a Changing World: Insights, Challenges, and Opportunities”. Dalam pemaparan materinya, Dr. Rahmadi Prasetijo, menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi universitas dalam menjadi institusi berkelanjutan, termasuk keterbatasan dana, konsistensi komitmen, dan kebutuhan gaya hidup berkelanjutan. UI GreenMetric sebagai inisiatif Universitas Indonesia juga diperkenalkan sebagai alat pemeringkatan universitas hijau secara global. Selain itu, materinya membahas berbagai program seperti konservasi air, pengolahan limbah organik, serta peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dan pemangku kepentingan.