+62-361-426450 [email protected]

Universitas Dhyana Pura (Undhira), mengadakan Kuliah Umum Karakter dengan mengambil tema “Strategi Cerdas Memahami Manfaat Asuransi, Bisnis Asuransi dan Peran OJK di Kampus Dhyana Pura, Rabu, 20 Maret 2024.

Dalam kegiatan tersebut, selaku Opening Speech adalah Prof.Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.M.A.,MA., dan Moderator, Dr. Dermawan Waruwu, M.Si., dengan menghadirkan pembicara Wong Sandi Surya, S.E.,LUTCF.,M.M.,CFT., dari sisi asuransi dan Yan Jimmy Hendrik Simarmata, S.E.,M.M.,Ak.CA., dari sisi peran OJK.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Dhyana Pura atau Undhira Bali, Prof.Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.M.A.,MA., mengatakan, setiap hari Rabu Karakter, mahasiswa Universitas Dhyana Pura (Undhira) Kabupaten Badung mendapat pengetahuan atau ketrampilan diluar bidang keilmuan di bangku kuliah. untuk sekarang, pihaknya menyediakan pengetahuan tentang OJK, Asuransi dan UMKM yang ikut bergabung dalam acara ini.

“Kampus menyediakan media untuk itu dan waktu serta suatu komitmen guna membangun karakter mahasiswa,” terangnya.

Pembicara Wong Sandi Surya menyampaikan, bahwa pihaknya baru pertama kali mengadakan kegiatan sosialisasi manfaat asuransi, yang bekerjasama dengan Universitas Dhyana Pura atau Undhira, Kabupaten Badung. Dalam hal ini, pihaknya memberikan edukasi asuransi, agar mahasiswa mengerti dengan manfaatnya dalam dunia nyata.

Pada umumnya berbicara masalah asuransi, masyarakat memilih tidak senang dan dipastikan senab jika tidak mengerti manfaat asuransi. Namun, banyak sekali masyarakat yang sudah mengalami benefit asuransi, terutama saat pandemi.

“Waktu pandemi kemarin, saya yakin perekonomian di Bali pasti terpuruk, karena ada industri pariwisata. Beberapa teman-teman saya menjalankan bisnis asuransi dengan membantu orang-orang yang mendapat musibah,” imbuhnya.

Dewasa ini kebutuhan pokok 3P meningkat menjadi 4 P yakni Pangan, Pakaian dan Papan serta P keempat adalah Proteksi,” pungkasnya.

Narasumber kedua Yan Jimmy Hendrik Simarmata selaku Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan di Kantor OJK Provinsi Bali menegaskan pihak Otoritas Jasa Keuangan atau OJK terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, agar masyarakat memahami tata cara berinvestasi terkait maraknya investasi bodong.

“Kalau berinvestasi itu, seperti apa. Tadi ada dua L yaitu Legal dan Logis yang harus diperhatikan oleh masyarakat,” katanya.

Untuk mengantisipasi investasi bodong, OJK sendiri membentuk Satuan Tugas untuk aktivitas investasi ilegal yang nantinya bekerjasama untuk menghentikan permasalahan investasi bodong.

“Disitu anggotanya, selain OJK, juga ada dari kepolisian, Kementerian Koperasi dan juga dinas terkait, termasuk kejaksaan. Disitu kita bersinergi,” tandasnya.