+62-361-426450 [email protected]

Tokoh Pariwisata asal Kabupaten Gianyar, Jro Mangku Nyoman Kandia kini sudah sah menyandang gelar Doktor. Judul Disertasinya yaitu “Heritage Tourism Berbasis Teologi Hindu di Candi Tebing Gunung Kawi Desa Tampaksiring Kabupaten Gianyar”. Mangku Nyoman Kandia tercatat sebagai Doktor ke 119 di Program Pasca Sarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, dengan predikat sangat memuaskan.

Doktor asal Desa Mas Kecamatan Ubud ini memberikan gambaran Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring memiliki karakter rapuh dan sulit untuk diperbarukan sehingga menjadi kewajiban masyarakat untuk menjaganya. Dalam kesempatan tersebut Kandia berharap kepada pemerintah utamanya Pemkab Gianyar agar memberikan perhatian lebih karena tempat tersebut adalah sebagai salah satu daya tarik wisata di Bumi Seni. Tujuannya adalah agar wisatawan agar tidak merusak candi serta untuk menjaga kesucian pura di Gunung Kawi.

“Candi Tebing di Gunung Kawi tersebut adalah satu-satunya didunia yang memiliki nilai eksotis yang tinggi, Penelitian saya ini diharapkan bisa bermanfaat utamanya bagi Desa Tampaksiring terkait pentingnya menjaga situs di Gunung Kawi yang dibangun oleh Raja Marakata di abad ke 11, sekaligus menjadi tempat Pedharman bagi Raja Udayana,” terang Dr. I Nyoman Kandia, M.Ag.

Selain bergerak di bidang pariwisata, Mangku Nyoman Kandia juga merupakan salah satu dosen praktisi di Universitas Dhyana Pura atau Undhira Bali. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Undhira, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE, M.MA, MA. Seusai kegiatan, Rektor mengucapkan selamat atas gelar Doktor yang disandang Mangku Kandia. Menurut Rektor Rai Utama, Disertasi yang dibawakan Mangku Kandia sangat penting bagi Nusantara.

“Karena kita di Indonesia memiliki banyak Heritage yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang mungkin tidak dikelola dan dirawat dengan baik. Sehingga saya rasa ide beliau (Dr. I Nyoman Kandia, M.Ag) bisa diperluas lagi nantinya agar masyarakat kita juga bisa peduli dengan perawatan heritage yang ada di nusantara,” ujar Rai Utama.