Universitas Dhyana Pura (Undhira) memberikan bibit tanaman herbal kepada Desa Catur (Kamis, 09/01), dalam rangka mendukung upaya pemanfaatan tanaman herbal di desa yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli tersebut. Sebanyak 2,500 bibit dari 24 jenis tanaman herbal senilai lebih dari Rp 75 juta diserahkan langsung oleh Rektor Undhira, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama kepada Kepala Desa Catur, I Wayan Sukarata bertempat di kantor desa.

Penyerahan bibit tamanan herbal ini merupakan bagian dari program pengembangan desa herbal, dimulai dari pembibitan, budidaya, produksi olahan herbal, pemasaran produk, dan implementasi bagi desa wisata berbasis herbal di Catur. Program ini telah berjalan sejak tahun 2017 dan didukung oleh EMS Jerman. Pembibitan dilakukan di kebun induk Undhira seluas 6,000 m2 yang berada di Desa Catur. “Kami senang bahwa kebun herbal Undhira di Catur sudah bisa menghasilkan bibit untuk dibagikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Rektor Dr. Rai Utama.

Di samping pembibitan dan budidaya tanaman herbal sebagai tanaman obat keluarga, tim LPPM Undhira juga telah melakukan rangkaian pelatihan untuk mengolah tanaman herbal menjadi produk siap pakai antara lain minyak healing oil, massage oil, boreh, scrub, sirup pegagan, dan teh herbal. “Tentunya kami berharap bahwa kehadiran Undhira dan pemanfaatan tanaman herbal yang dilatihkan membawa dampak nyata bagi masyarakat, terutama secara ekonomi dan mendukung Catur sebagai desa wisata,” sambung Dr. Rai Utama.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Catur I Wayan Sukarata menyatakan apresiasi atas komitmen dan dampingan Undhira, tidak hanya dalam bidang herbal, namun juga dalam banyak hal antara lain kesehatan masyarakat, fisioterapi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Desa kami sudah sangat merasakan secara langsung manfaat dari beragam pendampingan yang dilakukan oleh pihak Undhira sebagai akademisi,” ungkapnya.

Kepala Desa Catur berharap bahwa bibit-bibit tanaman herbal yang diserahkan akan dapat disalurkan dan dimanfaatkan dengan optimal oleh kader-kader PKK. “Penyerahan bibit sengaja kami lakukan di kantor desa dan menghadirkan ibu-ibu PKK sebagai pengelola program herbal karena kami ingin masyarakat kami mengetahui betapa besar kontribusi Undhirra bagi kemajuan Desa Catur,” sambungnya.