Universitas Dhyana Pura (Undhira Bali) kembali menghadirkan seorang pakar wirausaha untuk memberikan kuliah tamu bagi mahasiswa (Senin, 24/10). Kali ini Anggota DPR-RI dapil Bali dari Komisi VI (Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM, BUMN, dan Standarisasi Nasional) yaitu Gde Sumarjaya Linggih, SE., M.AP yang berbagi ilmu dan pengalaman di bidang kewirausahaan.

Rektor Undhira Dr.dr Made Nyandra SP.Kj. M.Repro. FIAS dalam sambutannya mengatakan sangat terhormat kedatangan seorang narasumber di bidang kewirausahaan apalagi Undhira pada minggu ini (24 s/d 28 Oktober 2016) sedang mengadakan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang bertema Kewirausahaan. Rektor menyambut baik dorongan dan motivasi yang diberikan oleh Bapak Gde Sumarjaya Linggih, seorang tokoh wirausaha yang sudah banyak memiliki pengalaman baik di dunia industri maupun keorganisasian baik di tingkat provinsi Bali maupun tingkat nasional. Dengan dicanangkannya tahun 2016 sebagai Tahun Kewirausahaan di Universitas Dhyana Pura diharapkan dapat membangkitkan semangat mahasiswa Undhira sebagai generasi muda untuk belajar berwirausaha. Wawasan, pengetahuan, dan trik-trik dalam berwirausaha sangat diperlukan oleh para mahasiswa, maka dari itu Rektor berharap 200 mahasiswa yang hadir pada sharing kuliah tamu ini dapat menangkap pelajaran berharga dan motivasi dari Bapak Gde Sumarjaya Linggih, agar dalam persaingan yang semakin mendunia tidak hanya menjadi penonton melainkan menjadi pelaku-pelaku usaha yang memiliki hardskills dan softskills, menjadi profesional di bidang masing-masing, bahkan menjadi pencipta lapangan kerja dan pemimpin bangsa layaknya guest speaker kali ini.

Bapak Gde Sumarjaya Linggih yang akrab dipanggil “Demer” dalam sharingnya menyampaikan bahwa untuk bisa sukses di bidang wirausaha ada empat metode yang di perlukan yaitu: learning, observing, experiencing, dan mentoring. Selain itu, untuk menjadi sukses mahasiswa perlu mengembangkan empat aspek yaitu: finansial, intelektual, sosial, spiritual. Menurut beliau, tidak perlu bermodal finansial yang besar, asalkan ada keinginan dan kreativias untuk melihat peluang dan maju. Mahasiswa perlu meningkatkan intelektualitas supaya bisa bersaing di pasar bebas dengan cara berpikir global namun menciptakan sesuatu yang memiliki konten lokal, yang tentunya bernilai bagi pangsa pasar yang ditargetkan.

Menjadi pengusaha tidak hanya memerlukan modal finansial saja, bahkan modal finansial itu bisa dirintis dari bawah. Modal sosial juga diperlukan, melalui membangun jejaring pertemanan/networking—salah satunya dengan cara aktif mengikuti organisasi-organisasi yang membangun. Dengan banyak mempunyai relasi kita bisa berbagi pengalaman, sehingga wawasan kita menjadi bertambah juga dengan adanya diskusi dengan relasi tersebut. Selanjutnya yang diperlukan adalah aspek spiritual, ujar Bapak “Demer”—karena apabila modal finansial sudah kuat, relasi banyak, intelektual bagus, tetapi spiritualitas atau karakternya tidak bagus maka usaha itu menjadi sia-sia juga. Kejujuran menjadi salah satu poin paling penting dalam berwirausaha, selain disiplin dan interpersonal skills. Motivasi dan strategi sukses dari Bapak Gede Sumarjaya Linggih yaitu: “beranilah bermimpi, berani mencoba, berani berjuang, berani gagal dan berani mencoba lagi.” Dengan strategi itu sukses sudah pasti di tangan.

Universitas Dhyana Pura berkomitmen untuk mendukung pengembangan kapasitas setiap mahasiswanya, termasuk hardskills dan softskills, yang salah satu perwujudannya adalah program pengembangan karakter (character education) yang dikenal dengan Tujuh Karakter Undhira yaitu: kepercayaan diri, integritas, keberagaman, kewirausahaan, kepemimpinan yang melayani, profesionalitas, dan pandangan mendunia. Selain menjadi falsafah dasar Universitas, Tujuh Karakter juga diimplementasikan dalam kegiatan kampus sehari-hari dengan mengadakan kelas pengembangan karakter bagi mahasiswa setiap hari Rabu, mendatangkan pembicara tamu dari pakar dan pratisi seperti Bapak Gede Sumarjaya Linggih, dan mengintegrasikan pembelajaran karakter dalam setiap mata kuliah dan kegiatan kampus—dalam mewujudkan visi Perguruan Tinggi yang Teladan dan Unggulan.