Rabu (4/6), Lembaga Pengembangan Karakter Universitas Dhyana Pura (Undhira) menyelenggarakan Seminar Estetika bertema “Boundless Aesthetics: Realizing Integrity and Global Leadership Through Visual Arts”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kuliah umum karakter yang diadakan dalam rangka pembentukan karakter mahasiswa di Universitas Dhyana Pura. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung E Universitas Dhyana Pura yang dihadiri oleh para fasilitator karakter dan mahasiswa Universitas Dhyana Pura.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan PKS antara Jurusan Seni Rupa dan Desain Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI Aceh) dan Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Undhira. Bertindak sebagai moderator dalam kegiatan ini adalah Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi yang merupakan dosen dan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Pemasaran Undhira.

Rektor Undhira, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA, MA. membuka kegiatan ini secara resmi. Dalam sambutannya, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama menyambut baik para narasumber yang telah hadir dalam kegiatan ini. Beliau juga berharap bahwa melalui pemahaman nilai-nilai keindahan dalam kehidupan dan dunia hospitality, kiranya mahasiswa mampu menjadi pribadi yang kreatif, beretika, dan membangun peradaban yang beradab.

Narasumber pertama adalah Ichsan, S.Sn., M.Sn yang merupakan Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI Aceh). Dalam pemaparan materinya, Ichsan, S.Sn., M.Sn mengungkap krisis identitas budaya yang disebabkan oleh reduksi nilai seni dalam pendidikan, lemahnya pendidikan estetika, serta minimnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Ia menyoroti pentingnya seni sebagai medium etika global dan instrumen perubahan peradaban, di tengah tantangan stigma negatif terhadap seni pertunjukan dan kurangnya infrastruktur budaya. Meski demikian, peluang kebangkitan seni dan budaya terbuka lebar melalui digitalisasi, munculnya institusi pendidikan seni, serta kesadaran kolektif akan peran budaya sebagai penopang identitas dan penyembuh sosial. Dengan komitmen bersama, revitalisasi pendidikan budaya sejak dini, dan kebijakan afirmatif yang mengangkat peran seniman lokal, diharapkan kesadaran intelektual akademis berbasis budaya dapat tumbuh kembali dan membawa bangsa pada kejayaan peradaban baru.

Narasumber kedua adalah I Nengah Rata Artana, S.Sn., M.Sn yang merupakan dosen Universitas Dhyana Pura. I Nengah Rata Artana, S.Sn., M.Sn menekankan pentingnya peran estetika dalam kehidupan manusia dan dunia hospitality. Estetika dipaparkan tidak hanya sebagai studi tentang keindahan, tetapi juga sebagai bagian dari nilai etika dan ekspresi diri dalam interaksi sosial hingga pengambilan keputusan kreatif. Ia menyoroti hubungan erat antara estetika dan pengalaman pelanggan dalam sektor perhotelan dan pariwisata, serta relevansinya dalam membentuk karakter seperti integritas, profesionalisme, dan kepemimpinan melayani. Ia juga mengangkat tokoh-tokoh seperti Ki Hajar Dewantara dan A.A. Made Djelantik sebagai pelopor estetika dalam konteks kebudayaan Indonesia yang kerap terlupakan. Dalam penutupnya, I Nengah Rata Artana, S.Sn., M.Sn menegaskan bahwa menumbuhkan nilai estetika berarti membangun manusia yang lebih beradab dan bernilai dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan seminar ini dapat membangkitkan kesadaran generasi muda akan pentingnya seni, budaya, dan estetika dalam membentuk karakter bangsa. Melalui wawasan yang dibagikan, mahasiswa diharapkan lebih menghargai nilai-nilai luhur serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju pembentukan pribadi yang berintegritas, kreatif, dan berwawasan global.