Hak Kekayaan Intelektual merupakan hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada penemu/pencipta/kreator dalam memaksimalkan pemanfaatan karyanya baik secara moral maupun ekonom. Kini pemerintah melakukan peningkatan perlindungan terhadap kekayaan intelektual (KI) sebagai salah satu upaya mendorong semangat dalam aktivitas yang kreatif, inovatif dalam menghasilkan hal-hal  yang baru dan bermanfaat.  Sehubungan dengan hal tersebut  Universitas Dhyana Pura sebagai salah satu perguruan tinggi di Bali yang memiliki keragaman program studi, melakukan kegiatan sosialisasi kekayaan intelektual bagi seluruh dosen di lingkungannya.  Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan selama 2 hari (Rabu-Kamis, 21-22 Juli 2021) secara daring dibuka oleh Rektor , Dr. I Gusti Bagus Rai Utama.

Sosialisasi dihari pertama dimulai pukul 10,00 wita dengan menghadirkan pembicara  Juldin Bahriansyah, S.T.,M.Si seorang Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Bidang Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual – Kemenristek/BRIN. Dalam sesi pertama Bahriansyah memaparkan Kebijakan Kemendikbud Ristek terkait Kekayaan Intelektual (KI). Dan pada sesi kedua dan tiga Dr. Dimas Indra Laksmana, S.T., M.T seorang dosen ITN Malang, berbicara pengenalan KI dan paten di perguruan tinggi serta tata cara penulisan dan penelusuran paten. Kegiatan di hari pertama peserta sangat responsif dan dipandu oleh Putu Chris Susanto Ketua LPPM Undhira.

Kegiatan sosialisasi hari kedua membahas tentang manajemen KI dan Dimas Indra kembali menjadi narasumbernya. Kemudian I Made Dwi Ardiada, S.Kom., M.T dosen Tehnik Informatika Undhira mensosialisasikan hasil karya ciptanya tentang “Sistim Informasi Hak Cipta Universitas Dhyana Pura”. Dengan demikian setelah kegiatan sosialisasi KI tersebut Undhira melalui LPPM telah memiliki sistim informasi hak cipta yang memudahkan para dosen mengurus atau memperoleh HKI – nya. Terkait administrasi pengajuan KI para dosen, LPPM akan memfasilitasi pengajuannya. Kegiatan dihari kedua tersebut dipandu oleh Dr. Agung Wahyu Permadi, SST.Ft., M.Fis dosen Program Studi Fisioterapi yang sekaligus kepala Unit Inovasi Undhira.

Dua minggu setelah kegiatan sosialisasi tersebut, ide-pengajuan dan karya dosen Undhira akan dilatih dalam group-group yang lebih kecil dan intens oleh Dimas Indra. Berharap ada sekitar 60 Paten, Hak Cipta dan sejenis dalam tahun 2021, sehingga sentra HKI Undhira nyata dan berkembang. Demikian ungkap Ketua LPPM Undhira dalam penutupan kegiatan sosialisasi tersebut. Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, Inovasi dan Kemahasiswaan Dr. Ni Made Diana Erfinai dan WaKil Rektor Bidang Operasional, SDM dan Pemasaran Dr. R. Tri Priyono Budi Santoso.

Kegiatan Sosialisasi Kekayaan Intelektual tersebut terselenggara atas dukungan Hibah Penguatan Sentra HKI tahun 2021 nomor B/561/E5.1.2/KI.01.03/2021. Hibah yang telah LPPM Undhira dapatkan diantara ratusan proposal perguruan tinggi di Indonesia hanya 15 proposal yang didanai oleh Kemendikbud. Ristek. Dan LPPM Undhira salah satunya yang didanai pada anggaran 2021. Dengan adanya hibah tersebut diharapkan seluruh dosen Undhira bersemangat untuk mengurus kekayaan intelektualnya, menghasilkan produk inovatif-terbarukan-diproduksi secara masal yang semuanya bermuara pada kemajuan masyarakat. Semoga dengan mendapatkan hibah tersebut visi Undhira yakni teladan dan unggulan semakin terwujud.

Salam Teladan dan Unggulan.

Humas Undhira.