Universitas Dhyana Pura (Undhira) melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2021/2022 yag dilakukan secara Hibrid selama tiga hari, tanggal 4-6 Oktober 2021. Dengan mengusung tema “Teladan dan Unggulan” serta subtema: “Membentuk Generasi yang Berintegritas dan Inovatif melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka”. Dalam acara pembukaan Rektor Undhira Dr. I Gusti Bagus Rai Utama menyematkan jaket almamater kepada enam perwakilan mahasiswa secara offline dengan disaksikan Pejabat Struktural Undhira di Aula Gedung E Kampus Dhyana Pura dan sebagian besar mahasiswa baru secara online.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset  dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim, BA., MBA., dalam rekaman pidato untuk mahasiswa seluruh Indonesia memberikan pesan bagi mahasiswa baru bahwa menjadi mahasiswa tidak sama seperti kenaikan jenjang sekolah, menjadi mahasiswa artinya memiliki kemerdekaan yang lebih luas untuk menentukan masa depan. Oleh karena itu, Kemdikbud Ristek memberikan hak kepada seluruh mahasiswa untuk belajar di luar Prodi atau luar kampus selama 3 semester. “Mahasiswa Indonesia bisa memanfaatkan untuk mengikuti program-program kampus merdeka tersebut, seperti magang di perusahaan atau organisasi sosial dunia, melakukan studi independen, membangun desa, melakukan riset, mengerjakan proyek kemanusiaan, merancang dan merintis wirausaha, melakukan pertukaran mahasiswa di luar atau dalam negeri. Seluruh program tersebut dirancang untuk memberikan peluang kepada mahasiswa dengan keragaman minat dan ketertarikan agar mendapatkan pengalaman yang tidak tertulis dalam buku teks atau diajarkan di kelas. “Pengalaman itu akan menjadi kendaraan dalam meraih mimpi masa depan. Keunggulan dari program kampus merdeka ini adalah mahasiswa tidak perlu mengorbankan masa studinya. Hal ini karena Kemdikbud Ristek telah mewajibkan perguruan tinggi untuk menerapkan transfer kredit dengan hitungan 20 SKS pada setiap program kampus merdeka.”

Rektor Undhira sembari menekankan kembali apa yang dijelaskan oleh Nadiem juga menegaskan bahwa “program kampus merdeka pastilah tidak akan berjalan dengan baik jika para mahasiswa tidak melaksanakannya dengan APIK. Jadilah gererasi yang APIK. Artinya Adaptif (selalu ada peluang karena anda yang membuat peluang), Profesional (Berpengetahuan/ knowledge, Terampil/ skills, berperilaku baik/ attitude/ Jujur), Inovatif (selalu berpikir dan mencari cara baru), Kreatif (membuat atau menciptakan).”  Dalam kesempatan tersebut Rektor Undhira berpesan “Taburlah KEJUJURAN, karena dengan menabur Kejujuran maka akan menuai Kepercayaan. Jangan pernah takut berbuat JUJUR.” Semoga mahasiswa Undhira dapat mempersiapkan diri lebih baik melalui perkuliahan secara online dan offline dan kelak sukses menjadi generasi yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan Negara.

Peserta PKKMB Undhira TA 2021/2022 berjumlah 555 peserta yang terdiri dari 219 peserta dari Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Humaniora; 267 peserta dari Fakultas Kesehatan, Saint, dan Teknologi serta 44 peserta dari Fakultas Vokasi. Demikian jelas Dr. Ngurah Joko Adinegara selaku Ketua Panitia PKKMB TA 2021/2022. Dalam kesempatan tersebut Kepala LLDIKTI 8, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa memberikan sambutan secara online dengan pesan “Program kampus merdeka memberikan kemerdekaan pada mahasiswa tapi tidak liar namun kemerdekaan yang bertanggung jawab. Mahasiswa harus keluar dari zona nyaman untuk menjadi mahasiswa yang berani memulai sesuatu yang kreatif dan inovatif dan siap bersaing secara global.”

Salam Teladan dan Unggulan

Humas Undhira