Pertukaran pelajar dengan Sekolah mitra di Luar Negeri merupakan salah satu program unggulan SMPK 2 Harapan Untal-Untal. Dari sembilan siswa yang lulus proses seleksi pertukaran pelajar, seluruhnya belum pernah melakukan pertukaran pelajar sebelumnya baik nasional maupun internasional, delapan siswa belum pernah ke Luar Negeri dan sebanyak 6 siswa belum pernah menggunakan transportasi udara. Dengan adanya berbagai kendala dalam persiapan yang dihadapi sekolah dan siswa, terkait persiapan sebelum keberangkatan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di Luar Negeri, maka atas insiatif dari 3 orang dosen Universitas Dhyana Pura (Undhira), siswa SMPK 2 Harapan dipersiapkan dengan baik untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Jerman.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dipelopori oleh Putu Chrisma Dewi,S.S.,M.Hum., Ni Luh Christine Prawita Sari Suyasa,BS.,M.Par., dan Putu Chris Susanto,BA.,MBA.,M.Ed., kegiatan ini bertujuan untuk membekali 9 orang siswa SMPK 2 Harapan yang akan mengikuti student exchange ke Jerman, tepatnya German High School in Brunsbüttel, North Germany. “Program ini terlaksana secara efektif dari bulan November 2020 dan masih akan berlanjut hingga Januari 2021, didanai oleh hibah pengabdian masyarakat internal Universitas Dhyana Pura.” Kata Putu Chrisma Dewi.

Persiapan yang diberikan adalah materi presentasi kebudayaan Bali dalam Bahasa Inggris, pelatihan Bahasa Jerman, serta pengetahuan tentang Cross Culture Understanding. Ketiga materi ini sangat relevan dan akan sangat bermanfaat bagi siswa yang nantinya akan melaksanakan pertukaran pelajar selama 2 minggu di Jerman. “Pihak sekolah masih menunggu kondisi membaik sebelum memutuskan kapan anak-anak akan berangkat. Tentunya Kesehatan dan keselamatan anak-anak menjadi prioritas sekolah” ujarnya.

Pelatihan presentasi kebudayaan Bali dalam Bahasa Inggris diberikan secara intensif, anak-anak diminta untuk berbicara baik secara individu maupun kelompok tentang bagaimana kehidupan masyarakat Bali dan bagaimana kebudayaan Bali. Pelatihan Bahasa Jerman diberikan agar anak-anak siap untuk berkomunikasi dengan Bahasa Jerman sederhana ketika nanti mereka akan tinggal selama 2 minggu dengan host family di Jerman. Pengetahuan tentang Cross Culture Understanding amat diperlukan terkait perbedaan budaya antara Bali dan Jerman. Anak-anak diberikan informasi serta dilatih cara-cara berkomunikasi, gaya hidup, transportasi, dll. Harapannya, para siswa akan benar-benar siap dengan kegiatan pertukaran pelajar yang akan mereka ikuti dan merekalah yang akan menjadu duta pariwisata dan duta lingkungan yang akan memperkenalkan Indonesia dan Bali secara khusus.