Program Studi Biologi Konservasi Undhira Bali Tanam Mangrove Di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Program Studi Biologi Konservasi Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA- Bali) Sabtu, 29 Juni 2013 melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Sosialisasi, Edukasi Seleksi Spesies dan Penanaman Mangrove”. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, memang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Desa Candikusuma oleh karena ganasnya abrasi yang terus menerus menggerus wilayah pantai di Desa tersebut.
Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor II UNDHIRA-Bali I Made Darmayasa SE.MM dan didampingi oleh Camat Melaya Drs. I Putu Eka Swarnama, M.Si., Prebekel Desa Candi Kusuma I Wayan Bagia Yasa dan Ketua Program Studi Biologi Konservasi I Gede Widhiantara, S.Si M.Biomed. Dalam kesempatan itu I Made Darmayasa menyebutkan telah banyak dampak negatif dari abrasi yang dialami warga di pesisir Pantai Candikusuma sehingga kegiatan ini penting sekali untuk dilaksanakan selain sebagai salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penanaman Mangrove di lapangan langsung dipimpin oleh Camat Melaya didampingi oleh Prebekel Desa Candiskusuma dengan didukung oleh masyarakat Nelayan dan mahasiswa serta staf Dosen Program Studi Biologi Konservasi Undhira-Bali.
Ketua Program Studi Biologi Konservasi Undhira-Bali I Gede Widhiantara sangat bersyukur bahwa Undhira-Bali dapat memberi kontribusi positif dengan upaya penanaman mangrove untuk menangani abrasi yang cukup parah di beberapa titik Pantai Candi Kusuma dimana sebelumnya Program Studi Biologi Konservasi telah melakukan beberapa kali observasi mengenai tingkat abrasi dan habitat mangrove di Pantai Candi Kusuma. Selain menanam mangrove diberikan juga sosialisasi dan edukasi oleh dosen Program Studi Biologi Konservasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ekosistem mangrove untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola lingkungan pesisir.
Kegiatan ini juga didukung oleh Balai Pengelolaan Hutan Mangrove (BPHM) Wilayah I Denpasar dalam memfasilitasi 1000 (seribu) bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorhiza. Diharapkan dengan kondisi substrat yang didominasi lumpur serta kesesuaian spesies mangrove yang ditanam, tingkat hidup mangrove akan cukup tinggi disana. Mangrove yang telah ditanam akan dimonitoring langsung oleh Program Studi Biologi Konservasi bekerjasama dengan aparat dan warga desa setempat. Apabila dalam monitoring diwaktu mendatang tingkat hidupnya tinggi, maka program serupa akan ditingkatkan kembali, jika sebaliknya akan dilakukan evaluasi teknis tentang pelaksanaan program serupa.
Sekilas mengenai paparan materi yang diberikan pada sosialisasi tersebut adalah mangrove merupakan tanaman pepohonan atau komunitas tanaman yang hidup di antara laut dan daratan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan mangrove merupakan ekosistem yang unik dan rawan. Ekosistem ini mempunyai fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove seperti sebagai pelindung garis pantai, mencegah intrusi air laut, habitat berbagai jenis satwa, tempat mencari makan atau feeding ground, tempat asuhan dan pembesaran atau nursery ground, tempat pemijahan atau spawning ground bagi aneka biota perairan, serta sebagai pengatur iklim mikro. Sedangkan fungsi ekonominya antara lain sebagai penghasil keperluan rumah tangga, penghasil keperluan industri, dan penghasil bibit mangrove itu sendiri.
Program Studi Biologi Konservasi Universitas Dhyana Pura Bali