Badan Kerjasama Pendidikan Tinggi Kristen Indonesia (BK-PTKI), Badan Koordinasi Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BK2-PTKI) dan Badan Koordinasi Akademik, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Pengelolaan Hibah dan Penguatan Inovasi Pendidikan Pendidikan Tinggi Kristen di Indonesia (BKAP3-PTKI), menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) perdana di Bali. Acara berlangsung selama 3 hari, Kamis s/d Sabtu (24 s/d 26 Nopember 2022). Tujuan dari Rakornas yaitu untuk meningkatkan kerjasama antar Pimpinan Bidang Akademik, Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi Kristen Se-Indonesia.

Ketua Panitia Dr. I Ketut Sutapa, SE, MM mengatakan Rakornas BKPTKI, BK2-PTKI, BKAP3-PTKI, mengambil tema akselerasi peningkatan indikator kinerja utama dalam bidang akademik, riset, dan inovasi yang dilandasi oleh nilai-nilai Kristiani. “Acara diikuti sebanyak 68 peserta dari 28 perguruan tinggi Kristen dari seluruh Indonesia, akan berlangsung selama 3 hari dengan tujuan meningkatkan kerjasama antar perguruan tinggi Kristen utamanya dalam bidang kemahasiswaan dan pengembangan bidang akademik.” Terang Dr. I Ketut Sutapa.

Rektor Universitas Dhyana Pura, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE, M.MA, MA menjelaskan bahwa Rakornas bertujuan mempererat dan memantapkan hubungan kerjasama antar anggota BKPTKI di seluruh Indonesia. Diharapkan dengan Rakornas dapat menghasilkan rumusan mengenai standarisasi kurikulum antar Perguruan Tinggi Kristen di seluruh Indonesia, sehingga dapat menghasilkan output yang berkualitas dan berdaya saing. “Rakornas kali ini diadakan di Bali dan dua anggota BKPTKI yang ada di Bali yaitu Universitas Dhyana Pura dan Universitas Triatma Mulya, ditunjuk menjadi tuan rumah Rakornas”. Terang Dr. Rai Utama.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BKPTKI, BK2-PTKI, BKAP3-PTKI dengan pemukulan gong dan mengharapkan hasil Rakornas BKPTKI dapat memberikan kontribusi dalam bidang pengembangan akademik maupun kemahasiswaan sehingga mampu mengaplikasikan kurikulum Merdeka Belajar di masing-masing Perguruan Tinggi. “Dengan terselenggaranya Rakornas ini, Indikator Kinerja Utama sebagai kunci mengatur kinerja perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi alat ukur sekaligus akselerator untuk pengembangan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.” Terang Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi.

X