In front of UNDHIRA Bali students, Drs. I Wayan Puja, M.Si, Head of Environment explained several things, among others that what is meant by going green conceptually is everything that can take place sustainably.

The most obvious thing is that in order to maintain environmental quality, a culture of waste management is very meaningful for the survival of living things. The simplest job, for example, is to sort waste between organic and inorganic waste. Organic waste, for example, can be processed into fertiliser by making compost wells. If organic waste is put into a compost well, then after 6 months the waste becomes soil or organic fertiliser.

Students were very enthusiastic and eager to gain knowledge about the environment with moderator Dr Gilbert Nainggolan, SS, MM. Mr Wayan Puja in his closing statement invited all people, especially UNDHIRA Bali students to participate in protecting the environment.

Rektor Universitas Dhyana Pura (Undhira) Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M. MA., M.A membuka seminar bertajuk “Green Jobs, Culture and Nationalism (Strategi Mengembangkan Kota Hijau dan Green Jobs”, Bertempat di Aula E, Rabu 8 November 2023. Dalam sambutannya Rektor memberikan informasi bahwa istilah Green adalah manusia dimana manusia adalah pemilik kekuasaan penuh untuk mengendalikan kualitas lingkungan. “Manusia bisa membuat lingkungan baik atau tidak baik, rusak atau tidak rusak”. Terang Dr. Rai Utama.

Lebih lanjut dijelaskan mengenai Green job yaitu berbagai jenis pekerjaan yang mendukung pelestarian lingkungan, Jenis pekerjaan ini dapat membantu membuka lapangan pekerjaan baru, melestarikan lingkungan, menumbuhkan perekonomian, dan menjaga keberlanjutan kehidupan.

Tips atau prinsip dalam bekerja yaitu (Bali: cenik, lantang, lais, tileh), yang dalam terjemahan Indonesia cenik artinya kecil, lantang; panjang, lais:laris, tileh: utuh). Bapak rektor juga berharap kepada 3000 mahasiswa  yang ada di Universitas Dhyana Pura semakin meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan kampus, terutama masalah sampah.

Acara diawali dengan doa yang dibawakan oleh Pdt. Dr. I Made Dwiadnyana, M.Si, selanjutnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebagai pembicara adalah Bapak Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung Drs. I Wayan Puja, M.Si. Hadir juga para fasilitator Tujuh Karakter yang ada di lingkungan Universitas Dhyana Pura.

Di hadapan mahasiswa UNDHIRA Bali, Drs. I Wayan Puja, M.Si, Kadis Lingkungan Hidup memaparkan beberapa hal antara lain bahwa yang dimaksudkan dengan go green secara konseptual adalah segala yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Hal yang paling nyata, bahwa dalam rangka menjaga kualitas lingkungan, budaya pengolahan sampah sangat berarti kelangsungan kehidupan makhuk hidup. Pekerjaan yang paling sederhana contohnya memilah sampah antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik misalnya bisa diolah menjadi pupuk dengan cara membuat sumur kompos. Jika sampah organik dimasukkan ke dalam sumur kompos, maka setelah 6 bulan sampah tersebut menjadi tanah atau pupuk organik.

Mahasiswa sangat antusias dan ingin mendapatkan pengetahuan tentang lingkungan dengan moderator Dr. Gilbert Nainggolan, SS., MM.  Bapak Wayan Puja pada closing statemennya mengajak seluruh masyarakat dan secara khusus Mahasiswa UNDHIRA Bali untuk turut serta menjaga lingkungan.