Universitas Dhyana Pura (Undhira) merupakan salah satu dari 12 (dua belas) kampus siaga bencana yang ditunjuk oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali. Pembentukan Kampus siaga bencana merupakan salah satu program yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali yang selaras dengan Program Pemerintah Pusat dalam melakukan upaya atau aksi Pengurangan Risiko Bencana selain Pembentukan Program Desa Tangguh Bencana.

Dalam Paparan Dr. Sidhi Bayu Turker, SH., M,Par  salah satu dosen Undhira yang juga sudah mengikuti program Mitigasi Risiko Bencana dalam Hari Kesiapsiagaan Bencana, Rabu, 26 April 2023, Dr. Sidhi Bayu Turker mengatakan bahwa Provinsi Bali merupakan daerah yang memiliki risiko terhadap 15 jenis ancaman bencana dari tingkat rendah hingga tinggi.

“Zona 1 yaitu daerah Paling Rawan Gempa ada pada wilayah Kabupaten Karangasem dan Klungkung khususnya pesisir Bali bagian tenggara, timur, dan timur laut, Zona 2 yaitu daerah Rawan ada di daerah pesisir Bali Utara yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng dan Jembrana, sedangkan Zona 3 yang disebut Zona Agak Rawan ada di Wilayah Kodya Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan dan Gianyar”. Jelas Dr. Sidhi Bayu Turker.

Lebih lanjut dijelaskan Universitas Dhyana Pura sendiri berada di Zona 3, Kabupaten Badung yang merupakan Zona Agak Rawan Gempa dan Tsunami, oleh karena itu sangat tepat apabila Undhira dijadikan kampus siaga bencana. “Kunci Utama dalam antisipasi dan mitigasi risiko bencana gempa dan tsunami adalah pengetahuan akan gempa bumi dan tsunami dan juga harus mengetahui kondisi struktur dan letak bangunan dikaitkan dengan bahaya gempa bumi dan tsunami”. Terang Dr. Sidhi Bayu Turker.

Setelah diberikan pengetahuan mengenai bencana Gempa Bumi dan Tsunami, semua civitas akademika Universitas Dhyana Pura melakukan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa dengan dibunyikan sirene tanda ada bencana dan semua civitas akademika Universitas Dhyana Pura keluar dari Gedung Perkuliahan menuju titik kumpul aman yang sudah ditetapkan.

Hari Kesiapsiagaan Bencana 2023 dengan mengadakan simulasi serentak merupakan langkah yang ditempuh oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam mengurangi risiko Bencana di Bali. Seperti diketahui Bali menjadi pelopor dalam kegiatan sertifikasi kesiapsiagaan bencana untuk dunia usaha dan juga melakukan kolaborasi multi-helix yaitu kolaborasi yang melibatkan unsur penta-helix (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media dan akademisi) serta NGO, dan aliansi.