Program Studi Fisoterapi S1 (terakreditasi) mengadakan kuliah kontekstual di masyarakat untuk mahasiswanya yang bertempat di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana tanggal 29-30 Oktober yang lalu. Kegiatan yang bertajuk “Studi Toleransi dan Kebangsaan” ini diikuti oleh 48 mahasiswa semester 1 dalam upaya mengenalkan kehidupan bermasyarakat yang penuh keberagaman secara langsung dan aplikatif kepada mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan. Kedua mata kuliah ini termasuk dalam Mata Kuliah Dasar Umum (general education) yang menuntut kontekstualitas dan aplikasi kehidupan bermasyarakat yang penuh toleransi dan didasari nilai-nilai kebangsaan yang tinggi.
Dalam kegiatan studi kontekstual ini, mahasiswa mengikuti ceramah dan diskusi dengan topik Toleransi dan Kebangsaan serta mendapatkan pengalaman langsung hidup di tengah masyakarat desa Blimbingsari, Ekasari, dan Palasari yang majemuk. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Dhyana Pura, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Undhira harus melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara aplikatif yang digerakkan oleh 2 (dua) unsur yakni tenaga pendidik dan mahasiswa. Oleh karena itu, Wakil Rektor I menyambut baik kegiatan studi kontekstual dalam bentuk kuliah di masyarakat semacam ini. Blimbingsari, ujar Wakil Rektor I, adalah kampus hidup dalam aplikasi toleransi dan keberagaman antar umat. Turut memberikan sambutan dalam acara ini adalah Kepala Desa (Perbekel) Desa Blimbingsari, Bapak I Made John Roni, yang menyambut baik kehadiran mahasiswa Undhira di Desa Wisata Blimbingsari yang berdiri sejak tahun 1939 dan berharap mahasiswa dapat melatih kepekaan terhadap nilai kemanusiaan, alam dan lingkungan selama “berkuliah” singkat di Blimbingsari dan sekitarnya.
Studi toleransi dan kebangsaan kontekstual ini juga mendatangkan dua pembicara tamu yakni Bapak I Komang Arsana, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jembrana, dan Bapak Darma Saputra, seorang penyair. Bapak Arsana dalam pemaparannya menyatakan bahwa toleransi dan kebangsaan adalah dua kata yang sederhana namun tidak mudah untuk dikelola dan dijaga. Oleh karena itu, harus ada keikhlasan dalam menerima perbedaan, kesepahaman dalam mengerti makna kebangsaan, dan cinta kasih dalam mengaplikasikan toleransi kepada sesama. Bapak Darma Saputra, yang akrab dikenal dengan Bung DS, menantang mahasiswa untuk berpikiran lebih terbuka. Masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, harus pandai memilah antara konsep ketuhanan dan konsep keagamaan, antara konsep agama (hubungan manusia dengan Sang Pencipta) dengan konsep adat (hubungan antara sesama manusia). Mahasiswa jangan sampai “dijajah” pola pikirnya oleh pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Beliau menyampaikan bahwa DNA kebangsaan Indonesia adalah Pancasila yang berdasarkan Kebhinekaan. Wakil Rektor I Undhira, Bapak. Dr. Rai Utama, menambahkan bahwa generasi muda selain harus bisa belajar dari sejarah, juga harus mampu membuat sejarah. Inti dari toleransi adalah “golden rule” yaitu perlakukanlah kepada orang lain apa yang menurut kita baik untuk diri kita sendiri, karena pohon yang baik akan dilihat dan dinilai dari buah-buahnya.
Di samping mengikuti rangkaian ceramah dan diskusi toleransi dan kebaragaman, mahasiswa Fisioterapi semester 1 yang didampingi oleh Ketua Program Studi Bapak Antonius Tri Wahyudi, S.Pd., M.Erg (sekaligus pengampu mata kuliah Pancasila), Bapak Nengah Rata Artana, S.Sn., M.Sn (pengampu mata kuliah Kewarganegaraan), dan Bapak Rudolf Alexander Souhoka, S.Si.Teol (staf kemahasiswaan) juga melakukan penanaman 7 (tujuh) pohon kenanga yang menyimbolkan Tujuh Karakter Undhira, melakukan kegiatan sosial bersama anak-anak LKSA Widhya Asih II Blimingsari, serta melakukan kunjungan di seputar Desa Blimbingsari, Desa Ekasari, serta Gereja Katolik dan bendungan di Desa Palasari. Kegiatan ini adalah bentuk nyata praktek Tujuh Karakter Undhira di masyarakat yakni Kepercayaan Diri, Integritas, Keberagaman, Kewirausahaan, Kepemimpinan yang Melayani, Profesionalitas, dan Wawasan Mendunia.