Desa Blimbingsari menjadi sebuah desa wisata yang sejak 16 Desember 2011 ditetapkan sebagai desa wisata oleh Gubernur Bali dan diresmikan oleh Bupati Jembrana pada tanggal 25 Desember 2011 tentu saja tidak terjadi dengan begitu saja, Sebuah perjalanan yang sangat panjang telah dilalui oleh Desa Blimbingsari sehingga menjadi desa yang makmur. Desa Blimbingsari yang terletak sekitar 25 km ke arah barat pusat kota Negara, Jembrana yang merupakan desa Kristen pertama di Bali dengan mayoritas penduduknya beragama Kristen (Protestan).
Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) diberikan kesempatan mendampingi dan saat ini kembali mengadakan pengabdian kepada masyarakat, Senin – Selasa (16-17/4). Program pengabdian ini merupakan Tahap I kegiatan melalui program hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bertempat di desa Wisata Blimbingsari, Melaya, Jembrana, Bali. Kegiatan yang dilakukan yaitu pendampingan dan pelatihan kepada pemilik homestay (usaha akomodasi) dan mitra usaha jasa boga tentang, Tata Graha, Tata Hidang, Tata Boga dan Perancangan Website Desa Blimbingsari bagi anggota komite pariwisata oleh Dosen Undhira.
Desa Blimbingsari merupakan desa yang unik dengan 100 persen penduduk menganut agama Kristen. Keunikan serta suasana desa yang asri dan sejuk menyebabkan banyak ada wisatawan domestik maupun mancanegara datang melihat suasana dan situasi ini. Desa Blimbingsari juga sudah diakui secara nasional, terbukti dengan menerima penghargaan Peringkat I Tingkat Nasional dari Kemenpar RI tahun 2017 sebagai Desa Pariwisata Berbasis Masyarakat.
Bertempat di Balai Desa Blimbingsari Tim Pengabdian Masyarakat Undhira yang didukung oleh Kemenristekdikti RI datang dengan Ketua Tim yaitu Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, dan Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi beserta para anggota tim lapangan yaitu Christine Suyasa, BS., M.Par (Dosen Tata Graha), Sidhi Bayu Turker, SH, M.Par (Dosen Pariwisata), Ni Kadek Widya Astuti, SE., M.Par (Dosen Pariwisata) , Dra. Ni Made Erpia Ordani Astuti, M.Pd (Dosen Tata Boga), dan I Gede Agus Mertayasa, SE.,MM (Dosen Tata Hidang ). Kegiatan diikuti oleh hampir 60 peserta yang terdiri dari perangkat Pemerintahan Desa Blimbingsari, pemilik guesthouse dan pengurus Komite Pariwisata Desa Blimbingsari.
Perbekel Desa Blimbingsari I Made John Ronny menyampaikan dalam sambutannya bahwa Desa Blimbingsari sangat konsen dalam pariwisata. “Pemerintah desa membentuk Komite Pariwisata Blimbingsari yang bertugas untuk mengelola pariwisata dan pokdarwis Desa Blimbingsari, Pemerintah tingkat II kabupaten Jembrana juga sangat mendukung dengan adanya desa wisata Blimbingsari dengan mengadakan sosialisasi maupun pelatihan, serta ada beberapa kunjungan dari Komite Pariwisata desa lain juga membantu kami untuk saling belajar dan bersinergi dalam memperkuat pondasi pariwisata desa Blimbingsari,” Ujar John Ronny.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Desa Blimbingsari akan terus berbenah untuk menjadi desa yang berbasis pariwisata kuat. “Kami sangat bersyukur Undhira mau memberikan ilmu serta langsung memberikan praktek melalui pengabdian ini, sehingga pemilik guesthouse mempunyai sedikit dasar untuk memberikan pelayanan kepada tamu,“ sambungnya.
Ketua Tim Pengabdian Undhira Dr. IGB Rai Utama menyampaikan bahwa Desa Blimbingsari mempunyai potensi kuat untuk menjadi desa wisata yang maju, tetapi ada hal-hal yang perlu menjadi prioritas. Disebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah Desa dan Komite Pariwisata khususnya. “Para pemilik guesthouse harus mengetahui standart dalam pelayanan kepada tamu yang menginap sehingga tamu merasa terkesan ketika berada di Desa Blimbingsari, memberikan standar pelayanan Tata Graha, Tata Hidang, Tata Boga berupa penyiapan kamar, menu makanan breakfast dll, dan yang tidak kalah penting juga menurut Dr. Rai Utama adalah pemasaran Desa Wisata Blimbingsari, di era digital maka sangat penting untuk memasarkan sesuatu secara digital, akan lebih cepat, dan tepat sasaran, untuk itulah kami dari tim pengabdian yang merupakan Dosen pariwisata, asesor, pelaku pariwisata dan ahli IT datang dengan dukungan dari Kemenristekdikti RI mengadakan pengabdian dengan memberikan pelatihan kepada pemilik guesthouse di Desa Blimbingsari,” tegas Dr. Rai Utama.
Pada kesempatan itu pula, Tim Pengabdian Masyarakat Undhira yang didukung oleh Kemenristekdikti RI memberikan 1 unit laptop, sebagai sarana untuk pemasaran digital, beberapa alat pendukung Tata Graha, Tata Hidang, dan Tata Boga sehingga pelayanan kepada tamu bisa lebih baik, diserahkan oleh Dr. Rai Utama sebagai ketua tim kepada Komite Pariwisata dan Pokdarwis desa Blimbingsari.
Ketua Komite Pariwisata Desa Blimbingsari I Gede Sudigda menjelaskan berdasarkan data jumlah kamar yang ada saat ini 78 kamar di setiap guesthouse yang tersebar di seluruh desa, tidak semua pemilik guesthouse mempunyai dasar-dasar pelayanan kepada tamu oleh karena itu Gede Sudigda memberikan apresiasi kepada Undhira atas sosialisasi dan pelatihan serta menganggap Undhira merupakan “Bapak Pariwisata” desa Blimbingsari. Pelatihan yang diberikan sangat menarik bagi pemilik guesthouse dan berharap dapat mengalikasikan pelatihan yang diberikan nanti kepada tamu yang menginap. “Pariwisata Blimbingsari akan lebih kuat apabila didukung oleh organisasi yang sudah pengalaman di bidangnya serta berharap kegiatan seperti ini akan rutin diadakan untuk bisa lebih memberikan pengalaman kepada kami di Desa Blimbingsari”, Ujar Bapak Gede Sudigda.


