Universitas Dhyana Pura (Undhira) mengadakan kuliah umum agama bagi mahasiswanya, Senin (14/12). Mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum yang diadakan secara blended tersebut berjumlah 310 peserta dari Lima Belas (15) Program Studi yang dimiliki oleh Undhira.
Rektor Undhira Dr. IGB Rai Utama, SE., M.MA., MA membuka webinar tersebut dan dalam sambutannya mengatakan bahwa kata moderasi berarti penguasaan diri dari sikap sangat kelebihan dan kekurangan dan merujuk kedua kata moderasi beragama biasa diartikan sikap mengurangi kekerasan atau keekstreman dalam praktik beragama. “Moderasi beragama harus dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengalaman agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama kepada orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif), oleh sebab itu kita mengundang Narasumber dari 6 tokoh dari masing-masing agama untuk memberikan pengetahuan tentang moderasi beragama dari sudut pandang masing-masing agama”, Jelas Dr. Rai Utama.

Hadir sebagai narasumber yaitu Pdt. DD. IKG. Karyana Govinda, S.Ag., M.Pd., CPS tokoh dari Agama Buddha, Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, M.S tokoh dari agama Hindu, Adinatha Lie, S.E tokoh agama Khonghucu, Dr. Hafids, M.Si., M.Pdl., M.Pd., M.HI., C.Ht tokoh agama Islam, Pendeta I Made Budiarsa, S.Th., M.Si tokoh agama Kristen Protestan, Dr. Paskalis Nyoman Widastra, M.Si., SVD tokoh agama Katolik dan Dr. Dermawan Waruwu, S.Th., M.Si Kepala Bagian Kemahasiswaan menjadi Moderator dalam webinar tersebut. Hadir juga dalam webinar secara offline di ruang Teater Undhira yaitu WR 1 Dr. Diana Erfiani, SS., M.Hum dan WR 2 Undhira Dr. Budi Santoso, MM.

Dapat disimpulkan bahwa dalam Webinar “Moderasi Perspektif Agama” dengan Narasumber 6 tokoh masing-masing Agama menyampaikan bahwa ada empat indikator dalam Moderasi beragama, yaitu Komitmen Kebangsaan sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 dan regulasi dibawahnya, Toleransi dalam menghormati perbedaan dalam keyakinan, kesetaraan dan sedia kerjasama bergotong-royong, Anti Kekerasan dimana menolak individu atau kelompok tertentu yang menggunakan kekerasan fisik maupun verbal dalam mengusung perubahan yang diinginkan, dan Menghormati Tradisi dan Budaya Lokal dalam perilaku keagamaan sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agamanya.
#humasundhira
#undhirabali
#teladandanunggulan