BALI – Universitas Dhyana Pura (Undhira) memperluas jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama strategis bersama Hands With Heart Foundation dan University of Murcia, Spanyol. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, sebagai langkah awal penguatan kolaborasi di bidang pendidikan osteopati dan layanan disabilitas.
Pertemuan dihadiri oleh Presiden Hands With Heart Foundation sekaligus Wakil Dekan School of Osteopathy University of Murcia, Dr. Jorge Aranda, bersama Rektor Undhira, Dekan Fakultas Kedokteran, serta Dekan Fakultas Kesehatan dan Sains. Agenda utama pembahasan adalah integrasi ilmu kedokteran komplementer, khususnya osteopati, ke dalam kurikulum program studi Kedokteran dan Fisioterapi di Indonesia.

Kerja sama ini menitikberatkan pada penanganan disabilitas pediatrik dan dewasa, terutama bagi masyarakat di wilayah pelosok yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Selain pengembangan kurikulum, kolaborasi juga mencakup rencana pembangunan klinik pusat disabilitas permanen di Bali yang akan mengintegrasikan aspek pelayanan sosial, pendidikan akademik, serta riset.
Rektor Undhira menyampaikan bahwa kolaborasi internasional ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi. “Kemitraan ini bukan hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. Kami berharap integrasi osteopati dapat memperkaya pendekatan medis yang holistik dan berorientasi pada pelayanan,” ujarnya.

Melalui kemitraan ini, mahasiswa Undhira berpeluang mengikuti program magang internasional di Spanyol serta memperoleh akses beasiswa melalui skema Erasmus+ untuk melanjutkan studi pada jenjang Master in Osteopathic Medicine di University of Murcia.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi merencanakan penyelenggaraan workshop dan seminar hands-on pada April mendatang yang akan melibatkan dosen serta tenaga medis. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan fakultas sekaligus mempercepat realisasi kampus yang inklusif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen Undhira dalam memperkuat posisi institusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berskala global, serta mendukung pengembangan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Bali.