Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Dhyana Pura (Undhira) mengelar Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains dan Sosial Humaniora (SINTESA) dan Seminar Ilmiah Nasional Implementasi Iptek (SINAPTEK). Kegiatan SINTESA dan SINAPTEK ini merupakan agenda tahunan LP2M Undhira dalam rangka mempublikasikan hasil serta dampak kegiatan Tri Dharma yang dilakukan dosen dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LP2M Universitas Dhyana Pura, yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ni Made Diana Erfiani mengatakan seminar ini juga serangkaian dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang dipusatkan di Bali. Selain itu Seminar ini juga merupakan wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para akademia, peneliti, dan pengabdi. Tahun ini, seminar nasional Undhira mengusung tema “Inovasi Sumber Daya Lokal dalam Menjawab Tantangan Global”. Dalam SINTESA dan SINAPTEK kali ini dipresentasikan 160 judul yang terdiri dari 121 judul makalah penelitian dan 39 judul makalah pengabdian masyarakat yang berasal dari berbagai perguruan tinggi.
Sementara Rektor Undhira Dr. I Gusti Bagus Rai Utama mengatakan seminar nasional ini merupakan wadah untuk kaum akademisi dan praktisi untuk mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan serta bagi masyarakat. Menurutnya indonesia saat ini merupakan peringkat pertama dalam bidang penelitian namun itu masih tahap kuantitas untuk itu perlu pengembangan di bidang ini agar nantinya kualitas bisa meningkat.
Ketua LLDIKTI wilayah VIII Prof. Dasi Astawa mengharapkan dengan seminar nasional ini Undhira mampu melakukan percepatan di bidang teknologi, dengan memanfaatkan kemajuan IPTEK perguruan tinggi harus menggali seluruh potensi sampai muncul inovasi. Perguruan Tinggi yang hebat merupakan perguruan tinggi yang berinovasi dikarenakan dijaman teknologi digital seperti saat ini yang tercepat yang menang.

Adapun pembicara utama pada SINTESA dan SINAPTEK kali ini Dr. Ir. Bambang Pranoto, MBA CEO PT. Tamba Waras – “Kutus-Kutus”, Direktur Sistem Inovasi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr.Ir.Ophirtus Sumule, DEA serta dari Kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi indonesia.