Badung, 1 Juli 2025 — Dalam rangka Dies Natalis ke-14, Undhira kembali menggelar ajang prestisius Undhira Innovation Awards (UIA) 2025 — sebuah panggung yang bukan sekadar lomba, tapi ruang kolaborasi dan persembahan ide terbaik anak bangsa. UIA 2025 menjadi oase bagi siswa SMA/SMK dan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk menyuarakan inovasi mereka. Dari aplikasi digital, produk perawatan tubuh berbahan alami, hingga solusi kesehatan masyarakat — semua berangkat dari keresahan nyata, dan diolah menjadi solusi kreatif yang membumi.

“Ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Ini tentang menjadi bagian dari solusi. Mahasiswa dan siswa kita tidak hanya berpikir kritis, tapi juga bergerak membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, Rektor Undhira, saat membuka acara secara resmi.
Lebih dari sekadar perlombaan, UIA 2025 mengusung nilai kolaborasi lintas disiplin dan kepedulian sosial. Inovasi dinilai dari keilmiahan, keunikan, potensi pasar, hingga dampak sosialnya. Para peserta tidak hanya diuji di atas kertas, tapi juga melalui presentasi langsung yang menantang kemampuan komunikasi dan kerja tim.

Dalam kategori SMA/SMK, ide cemerlang datang dari KM. Meyta Krisna Widyanti dan Kezia Theo Sarah Agustine dari SMAS Kristen Harapan. Karya mereka membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari semangat belajar dan kepekaan terhadap lingkungan sejak dini.

Sementara dari kategori mahasiswa, lahir tiga inovasi unggulan yang menunjukkan keberagaman pendekatan dan solusi: Juara 1: Barterin-aja – aplikasi mobile berbasis swipe untuk pertukaran barang/jasa, karya tim dari Prodi Sistem Informasi. Juara 2: ALOR – lulur scrub berbahan alga coklat dan daun kelor hasil racikan mahasiswa Prodi Biologi.
Juara 3: QR-SMART – kampanye kesadaran bebas rokok melalui teknologi QR, persembahan mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat. Ketiganya menunjukkan bahwa inovasi tidak harus rumit, asalkan berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat dan ditopang oleh keberanian untuk mencoba hal baru.

UIA 2025 menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ladang untuk menanam harapan. Dari ruang kelas ke ruang aksi, Undhira terus mendorong mahasiswanya menjadi inovator yang membumi dan berdampak. Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, UIA 2025 telah membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari ide sederhana — selama ada kemauan untuk mendengarkan, berpikir, dan bertindak.