Denpasar, 29 Juli 2025 – Universitas Dhyana Pura (Undhira) menandatangani dua kesepakatan penting dengan Gubernur Bali sebagai wujud kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan riset berbasis masyarakat. Dihadiri langsung oleh Rektor Undhira, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., serta Ketua Yayasan Dhyana Pura, Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS, penandatanganan ini menjadi bagian dari peluncuran Program Satu Keluarga Satu Sarjana dan kolaborasi riset berbasis masyarakat bersama BRIDA Bali.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana yang diinisiasi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, bertujuan untuk memastikan bahwa setidaknya satu orang dalam satu keluarga di Bali dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Ini adalah gerakan besar untuk menghapus kesenjangan pendidikan dan memberikan peluang yang sama kepada seluruh anak bangsa.

Sebagai bentuk komitmen penuh, Universitas Dhyana Pura menyatakan kesiapan memberikan beasiswa kepada 50 mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu namun berprestasi yang ber-KTP Bali. Beasiswa ini mencakup pembebasan biaya pendaftaran, biaya SPP dan SKS, biaya uang gedung, Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk program studi yang menerapkan skema UKT. Adapun beasiswa ini dibuka untuk 10 program studi unggulan, baik jenjang sarjana (S1) maupun diploma empat (D4), seluruhnya telah terakreditasi dan siap menerima mahasiswa baru hingga 30 September 2025, sebagai berikut:

  • S1 Akuntansi – 1 orang
  • S1 Biologi – 5 orang
  • S1 Ilmu Gizi – 1 orang
  • D4 Manajemen Informasi Kesehatan – 20 orang
  • S1 PG-PAUD – 10 orang
  • S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga – 5 orang
  • S1 Psikologi – 1 orang
  • S1 Sastra Inggris – 3 orang
  • S1 Sistem Informasi – 2 orang
  • S1 Teknik Informatika – 2 orang

Syarat Umum bagi calon penerima beasiswa ini adalah lulusan SMA/SMK/sederajat dan belum terdaftar sebagai mahasiswa, berasal dari keluarga kurang mampu, dan tidak sedang menerima beasiswa lain. Lebih lanjut Syarat Khusus adalah surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa atau Bendesa Adat, bukti rekening listrik dan air, Kartu Keluarga & KTP Bali, fotokopi ijazah & rapor, dan foto kondisi rumah dan keluarga. Seluruh persyaratan ini diserahkan langsung ke bagian pendaftaran Universitas Dhyana Pura.

 

Selain dukungan pada pendidikan, penandatanganan kerja sama juga dilakukan antara BRIDA Bali dan berbagai perguruan tinggi untuk mendukung riset berbasis masyarakat. Kerja sama ini dirancang untuk mendorong lahirnya inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, menyelesaikan persoalan lokal, dan memperkuat kebijakan publik yang berbasis data.

Universitas Dhyana Pura, dengan semangat melayani dan membangun, berdiri bersama pemerintah dan masyarakat dalam setiap langkah perubahan ini. Hari ini, kertas kerja dan tanda tangan bukan sekadar simbol administratif — melainkan komitmen kolektif untuk memastikan bahwa tak ada satu pun keluarga Bali yang tertinggal dari cahaya pendidikan dan manfaat inovasi.