Universitas HKBP Nommensen Medan mengunjungi Universitas Dhyana Pura, Kamis (24/11). Mewakili Rektor Universitas HKBP Nommensen, Wakil Rektor 1 Dr. Richard A M. Napitupulu, ST., MT beserta dengan tim pembentukan program studi baru diterima oleh Rektor Undhira Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA, WR 1 Dr. Diana Erfiani, SS., M.Hum, Dekan Fakultas Vokasi Putu Steven Eka Putra, ST., M.Par, Kepala KUI Ni Luh Christine Prawita Sari Suyasa, BA., M.Par, Kaprodi D4 Manajemen Perhotelan Dr. Sidhi Bayu Turker, SH., M.Par dan Sekprodi D4 Manajemen Perhotelan Ni Kadek Widyastuti, SE., M.Par di ruang Conference Gedung C Kampus Dhyana Pura.

Dr. Richard A M. Napitupulu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan bahwa HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) berniat untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Tapanuli melalui membuka pendidikan yang terkait dengan pariwisata melalui Pendidikan Tinggi, Universitas HKBP Nommensen. “Kami melakukan studi banding ke Universitas Dhyana Pura karena sudah ada komunikasi dengan Pengurus Yayasan Dhyana Pura dan Rektor Dr. Rai Utama, terkait rencana kami untuk membuka prodi baru di bidang pariwisata.” Terang Dr. Richard

Lebih lanjut disampaikan kami ingin menggali informasi mengenai program studi yang sesuai dalam rencana kami untuk membuka prodi baru khususnya dalam bidang pariwisata. “Informasi dan pertimbangan bapak Rektor, Dr. Rai Utama dan Bapak-Ibu pakar pariwisata yang hadir sangat kami perlukan. Kiat dalam pembukaan prodi baru dan program studi bidang pariwisata yang cocok dengan kondisi dan karakteristik masyarakat Tapanuli khususnya, supaya kami mendapatkan gambaran dalam pembukaan prodi baru yang akan menjadi pertimbangan bagi kami Tim Pembukaan Prodi Baru di Universitas HKBP Nommensen.” Jelas Dr. Richard.

Rektor Undhira Dr. Rai Utama menjelaskan pembukaan prodi baru harus menjawab pertanyaan untuk apa dan untuk siapa?. Untuk apa adalah Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) ingin berkontribusi atas majunya pariwisata. Siapa yang akan berkontribusi dalam membangun pariwisata? Apakah karakter masyarakat di Bali sama dengan masyarakat di Medan. “Pemerintah Indonesia membentuk 5 Destinasi pariwisata baru salah satunya adalah Danau Toba dan ini merupakan peluang yang sangat luar biasa bagi masyarakat yang akan mensupport pariwisata di Danau Toba. Perlu diperhatikan apakah masyarakat akan menjadi Pelaksana atau menjadi Managerial melihat dari karakteristik masyarakat dan hal tersebut harus dipertimbangkan dalam membentuk prodi baru khususnya di bidang pariwisata” Jelas Dr. Rai Utama.

X