Sabtu (8/2), Universitas Dhyana Pura (Undhira) dan Edumedika berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan Worskshop Webinar “Chronic Pain Management with Osteopathic Procedure”. Workshop ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan narasumber dr. I Wayan Widana, Sp.An-Ti., Subsp MN (K)., FIPM., FIPP., CIPS., Prof. Dr. Jorge Aranda Beltran dan Dr. Willy Halim MD, Anesthesiologist, PhD, FIPP. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang merupakan Dokter Spesialisis Rehab Medik, Dokter Spesialisis Saraf, Dokter Spesialisis Penyakit Dalam, Dokter Spesialisis Kedokteran Olahraga, Dokter Spesialisis Ortopedi dan Dokter Umum, serta Fisioterapis. Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi SE., MA., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Pemasaran Undhira menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah dilakukan oleh Undhira dan Edumedika sehingga kegiatan Workshop dapat terlaksana. Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang bersedia memberikan waktu untuk berbagi pengetahuan dalam kegiatan ini. Selanjutnya beliau juga berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan pemahaman yang baik tentang Manajemen Nyeri Kronis.

Narasumber pertama, Prof. Dr. Jorge Aranda Beltran adalah seorang osteopat terkemuka dengan latar belakang pendidikan yang luas dan pengalaman klinis lebih dari 15 tahun di bidangnya. Beliau merupakan pendiri Hands with Heart Foundation yang juga telah bekerja sama dengan Undhira dalam memberikan pelatihan bagi mahasiswa Prodi Fisioterapi dan Prodi Profesi Fisioterapis. Prof. Dr. Jorge Aranda Beltran, dalam pemaparannya mengenai Teknik Viseral dan Dampaknya terhadap Kesehatan Tubuh mengungkap berbagai teknik viseral yang berkaitan dengan refleks neurovaskular dan pengaruhnya terhadap jaringan tubuh. Penelitian ini menyoroti faktor-faktor seperti peningkatan keasaman lokal, pembesaran kolagen, kompresi saraf, serta adhesi jaringan adiposa yang dapat memengaruhi fungsi organ dalam. Selain itu, peran jaringan subkutan dalam respons tubuh terhadap rangsangan tertentu juga menjadi perhatian utama. Konsep yang dibahas dalam dokumen ini dikaitkan dengan metode refleks neurovascular, yang memberikan wawasan lebih dalam mengenai hubungan antara sistem saraf, jaringan tubuh, dan kesehatan viseral.

Narasumber kedua, Dr. Willy Halim, MD, FIPP, PhD, membahas metode inovatif dalam menangani nyeri kronis melalui pendekatan Three in One, yang mencakup Manual Medicine, Deep Friction/Massage, dan Shock Wave Therapy (SWT). Nyeri dianggap sebagai pengalaman subyektif yang kurang mendapat perhatian dalam dunia medis, meskipun memengaruhi banyak orang lebih dari penyakit kronis lainnya. Tren dalam pengobatan nyeri saat ini mengarah pada pendekatan konservatif dan minimal invasif, dengan 85% penderita memilih manajemen nyeri dibandingkan pembedahan.

I Wayan Widana, Sp.An-Ti., Subsp MN (K)., FIPM., FIPP., CIPS. selaku narasumber terakhir, memberikan pemaparannya mengenai Radiofrequency Neurotomy: Terobosan Baru dalam Manajemen Nyeri. Radiofrequency Neurotomy (RFN) atau Radiofrequency Ablation (RFA) menjadi metode inovatif dalam penanganan nyeri kronis yang melibatkan penghantaran energi termal ke jaringan saraf untuk menghambat sinyal nyeri. Metode ini semakin diminati karena menawarkan alternatif minim invasif dibandingkan terapi opioid jangka panjang atau prosedur bedah. Sejarah teknik ini bermula pada tahun 1930-an dengan penggunaan awal pada gangguan saraf trigeminal dan berkembang dengan teknologi modern seperti Cooled Radiofrequency Ablation (CRFA) yang memberikan efek lebih luas dan tahan lama. RFN bekerja dengan menghambat transmisi sinyal nyeri melalui pemanasan saraf target tanpa menyebabkan kerusakan permanen. Penelitian menunjukkan bahwa teknik ini efektif dalam mengurangi nyeri muskuloskeletal dan neuropatik dengan risiko efek samping yang lebih rendah dibandingkan prosedur ablasi lainnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang prosedur osteopati sebagai salah satu solusi alternatif dalam manajemen nyeri kronis. Melalui workshop ini peserta diajak untuk mengeksplorasi teknik-teknik osteopati yang telah terbukti secara klinis, serta memahami bagaimana pendekatan ini dapat diintegrasikan ke dalam praktik sehari-hari untuk meningkatkan perawatan pasien.