Universitas Dhyana Pura melalui Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LP2M), Inkubator Bisnis Undhira, para alumni yang mempunyai usaha serta masyarakat yang usahanya dibina oleh Undhira siap untuk mendukung bangkitnya perekonomian krama Badung dan krama Bali melalui UKM/UMKM yang tersebar di masyarakat. “Kebangkitan ekonomi Badung termasuk krama yang ada di Bali di masa Covid-19 ini tidak akan bisa dikerjakan hanya oleh lembaga tertentu atau secara parsial, namun dibutuhkan peran serta dari berbagai lembaga dan lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan, pelaku dan para akademisi, demikian antara lain dipaparkan oleh Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa ketika memberikan arahan, mengunjungi, sekaligus berbelanja di Pasar Gotong Royong, Jumat 28 Agustus 2020 bertempat di halaman parkir Puspem Badung, yang pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan, antara lain peserta dan pengunjung tetap wajib menggunakan masker dan menjaga jarak, serta pengunjung dan durasi waktu pasar dibatasi, yakni dari pukul 07.00-10.00. Tujuan lain dari kegiatan Pasar Gotong Royong ini juga untuk mengajak masyarakat Badung/Krama Bali melakukan transaksi non-tunai melalui penggunaan aplikasi QRIS yang dilayani oleh bank BPD Bali, sehingga kegiatan transaksi non-tunai ini akan menjadi kebiasaan/budaya bertransaksi non-tunai, untuk menjamin transparansi dalam bertransaksi. Universitas Dhyana Pura dalam pameran ini menawarkan produk-produknya yang berkualitas, laris manis antara lain; produk minuman Sale Manis, sayur Brokoli organik, serbuk Manjakani, telur asin. Ada juga produk hasil binaan PPDM Undhira dari desa Catur, Kintamani yaitu berupa kopi Arabika Kintamani merek Jempolan, parfum Kopi Bali (Pakobali), teh Kulit Kopi. Sedangkan dari alumni yang turut mengisi stand Undhira adalah dari usaha Kopi “Sambilan 9” yang dikelola oleh Evan Max Ray lulusan Undhira 2016, yang sangat detail, cerdas dan percaya diri dalam menawarkan produknya kepada pengunjung berupa kopi Old brew, biji kopi Robusta asal Pupuan, Arabika Payangan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, produk hasil binaan Undhira digemari oleh para pengunjung karena produk-produk yang dihasilkan adalah produk yang penuh dengan produk inovasi, harga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Keikutsertaan Undhira dalam Pasar Gotong Royong ini juga melibatkan mahasiswa, sehingga mahasiswa mendapatkan motivasi, pengalaman serta mempunyai rasa percaya diri dan jiwa kewirausahaan karena mereka sudah belajar di kelas melalui Kelas 7 Karakter yang diajarkan setiap hari Rabu. Sehingga dengan kelas karakter ini bagi masyarakat yang putra-putrinya akan dan sedang menempuh pendidikan di Undhira tidak perlu merasa khawatir, karena semua mahasiswa telah dibekali dengan kuliah atau ilmu 7 Karakter yang didalamnya salah satu terdapat nilai karakter kewirausahaan. Sampai saat ini Undhira yang membuka 15 Program studi tetap siap menerima generasi muda Bali untuk menuntut ilmu di Universitas Dhyana Pura yang adalah Universitas pertama di Badung, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan kampus Dhayana Pura. Sistem perkuliahan juga telah diupayakan dengan membangun sistem perkuliahan yang link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga antara kurikulum dengan kebutuhan industri bisa sejalan. Dengan demikian, generasi muda Bali dan luar Bali tidak perlu ragu untuk menuntut ilmu pengetahuan di Universitas Dhyana Pura yang mempunyai visi Teladan dan Unggulan.

