Ancaman keanekaragaman hayati dan tingginya laju kepunahan spesies melatarbelakangi Asean Centre For Biodiversity (ACB) mengelar Advanced course Taxonomy Briophyta and Pteridophyta di kampus Universitas Dhyana Pura (Undhira-Bali) dari tanggal 25 Nopember hingga 2 Desember 2014. ACB menghimpun peneliti-peneliti se-Asia Tenggara untuk memantapkan diri bersama-sama dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati khususnya serangga dan tumbuhan tingkat rendah seperti Lumut dan Paku.

Pembukaan workshop Internasional ini dihadiri oleh Rektor Universitas Dhyana Pura Dr.dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro, Wakil Rektor I, I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA, MA, Wakil Rektor II, I Made Darmyasa, SE., MM, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains dan Teknologi, dr. Bambang Hadi Kartiko, MARS, Kaprodi Biologi, I Gede Widhiantara, S.Si.,M.Psi., Psi dan beberapa Dosen Undhira yang mengajar pada program studi Biologi.

Workshop ini diikuti oleh peneliti baik dari akademisi maupun pengelola taman nasional di negara-negara ASEAN. Para peserta berjumlah 27 orang berasal dari Brunei Darusalam, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

Dalam strategi untuk melestarikan keanekaragaman hayati memerlukan perkiraan berapa banyak spesies yang ada dan bagaimana distribusinya. Saat ini sudah 1,5 juta spesies telah dideskripsikan atau dikenali oleh ilmu pengetahuan. Sedikitnya terdapat dua kali dari jumlah tersebut belum dideskripsikan terutama serangga hingga tumbuhan seperti lumut dan paku. Pelatihan taksonomi serangga oleh ACB telah dilaksanakan di Ciangmay, Thailand dan lanjutannya tentang taksonomi Lumut dan Paku diselenggarakan di Undhira-Bali.

Dalam sambutannya Rektor Undhira menyatakan terimakasih dan penghargaan atas dipilihnya Undhira sebagai tuan rumah dalam seminar yang diikuti oleh perwakilan dari negara – negara ASEAN ini. Ini merupakan langkah awal untuk melestarikan alam yang merupakan warisan bagi generasi muda untuk kelangsungan hidup lingkungan hayati kelak. Menjaga kelestarian alam ini merupakan tanggung jawab kita semua dan Undhira sebagai lembaga pendidikan tinggi hendaknya mampu untuk mewujudkannya sebagai pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Undhira yang kini memiliki 13 program studi terakreditasi selain program studi Biologi yakni S1 Manajemen, S1, Sastra Inggris, S1 Psikologi, S1 PG Paud, S1 PG PKK, D3. Pemasaran, S1, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, S1 Fisioterapi, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat, S1 Ilmu Gizi, S1 Sistem Informasi, S1 Tehnik Informatika dan program pelatihan 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun tetap berinovasi untuk memajukan pendidikan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

 Pelatihan ini akan dilakukan dalam 3 sesi dimana, sei pertama para peserta melakukan kuliah dan penelitian di Undhira dalam hal Taxonomy Briophyta And Pteridophyta dan penelitian di lab. Sedangkan sesi kedua dilakukan di Kebun Raya Bedugul untuk melihat spesies dengan menggunakan teknologi GPS, sedangkan sesi ketiga kembali dilakukan di Undhira untuk pelatihan data struktur dan encoding

Ada sekitar 5 pembicara dari ASEAN yang hadir dalam workshop Internasional ini anatara lain Dr. Ho Boon Chuan dari National Park Board, Dr. Junko Kawai dari University of Tokyo dan beberapa pembicara lainnya dengan Keynote Speaker Atty. Roberto V. Oliva Executive Director dari ASEAN Centre for Biodiversity