BADUNG, 14 Oktober 2026 — Universitas Dhyana Pura resmi membuka konferensi internasional ICFAR 2026 pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi akademik dan pertukaran pengetahuan lintas disiplin untuk menjawab berbagai tantangan global melalui penelitian, inovasi, dan kemitraan internasional.
Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Dhyana Pura, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A., menyampaikan sambutan hangat kepada para pembicara utama dari berbagai institusi internasional, yaitu Associate Professor Akatsuki Saito, Ph.D. dari University of Miyazaki, Jepang; Prof. Kei Sato dari Institute of Medical Science, The University of Tokyo, Jepang; Fr. Antonio M. Basilio, SJ, Ph.D., Wakil Presiden Bidang Riset, Inovasi, dan Keterlibatan Masyarakat di Ateneo de Davao University, Filipina; serta dr. Sandy Qlintang, M.Biomed dari Universitas Dhyana Pura.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan visi Universitas Dhyana Pura untuk menjadi universitas internasional yang unggul dan menjadi teladan pada tahun 2040, sekaligus menghasilkan generasi berkarakter mulia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sejalan dengan visi tersebut, ICFAR 2026 menghadirkan ruang diskusi multidisiplin yang mencakup sejumlah isu strategis, antara lain teknologi berkelanjutan, inovasi digital dan pedagogi; ketahanan iklim, ilmu lingkungan dan manajemen risiko bencana; kesehatan, nutrisi dan kesejahteraan; keberlanjutan budaya, pariwisata, industri kreatif dan kewirausahaan ramah lingkungan; serta kebijakan, tata kelola, kesetaraan gender dan bahasa dalam masyarakat yang mengalami perubahan.

Berbagai tema tersebut mencerminkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun masa depan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan.
Rektor juga berharap konferensi ini tidak hanya menjadi rangkaian presentasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi ruang lahirnya gagasan baru, dialog inspiratif, dan kemitraan jangka panjang. Para peserta didorong untuk aktif bertukar perspektif, mengajukan pertanyaan kritis, serta menjajaki peluang kolaborasi yang dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kehadiran para pembicara dan peserta internasional juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan akademik lintas negara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan, dan keramahan Bali kepada para tamu.

Pada akhir sambutannya, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama secara resmi menyatakan pembukaan ICFAR 2026 dan berharap seluruh peserta memperoleh pengalaman konferensi yang bermakna serta menghasilkan kolaborasi yang bermanfaat.
Melalui penyelenggaraan ICFAR 2026, Universitas Dhyana Pura terus mendorong penguatan jejaring internasional dan pengembangan riset multidisiplin sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi universitas internasional yang unggul, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat global.