Bagian Pengembangan Metodologi Pembelajaran dan MKU (BPMP-MKU) Universitas Dhyana Pura (Undhira) menyelenggarakan Workshop Implementasi Case Base Learning (CBL) dan Project Based Learning (PjBL) bagi Dosen Tetap Undhira di Aula Gedung E, Jumat (9/9/22). Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 Dosen Tetap dari 15 Program Studi Sarjana (S1) dan Program Studi Pasca Sarjana (S2) Undhira.

Kepala BPMP Undhira Putu Andyka Putra Gotama, S.Pd.,M.Pd. menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya workshop ini adalah adanya tuntutan regulasi. Adanya Permendikbud 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, ditambah dengan Standar Penelitian, dan Standar Pengabdian kepada Masyarakat menuntut adanya penerapan CBL dan PjBL. “mau tidak mau, suka tidak suka, dosen wajib menerapkan CBL dan PjBL dalam Pembelajaran karena hal ini ada dalam Indikator Kinerja Utama dan Matrix Akreditasi BAN-PT maupun LAMP serta sesuai dengan tuntutan regulasi pemerintah dan harapannya bisa diimplementasi dalam RPS, mengombinasikan dengan pengalaman dosen terkait CBL dan PjBL sehingga nantinya apabila ada monitoring dan evaluasi oleh Audit Internal ataupun Akreditasi dapat mendapat nilai baik”, terang Andyka.

Rektor Undhira Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA ., MA dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengucapkan terimakasih kepada Narasumber Helmy Syakh Alam Ph.D (cand) yang boleh hadir, sharing pengalaman mengenai metode pembelajaran CBL dan PjBL. Disampaikan juga bahwa, mahasiswa kita memiliki karakter yang berbeda, sebaiknya memiliki metode pengukuran yang variative untuk mengukur ketercapaian nilai mahasiswa. “Dosen harus mempunyai pendekatan dengan mahasiswa, ada berapa hal tidak bisa distandarkan, mahasiswa tidak boleh dibanding-bandingkan karena mereka memiliki karakter dan keunggulan masing-masing.” Tegas Rektor Rai Utama.

 

Narasumber Helmy Syakh Alam Ph.D (cand) dalam pemaparan materinya menyampaikan Case-based Learning merupakan metode yang melibatkan mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan terhadap suatu kasus di dunia nyata yang disajikan dalam pembelajaran di kelas. Mahasiswa diharuskan menganalisis masalah, mengumpulkan dan mengevaluasi informasi yang terkait, menafsirkan fakta, dan mengembangkan solusi. Bisa dilakukan secara berkelompok (sangat disarankan) atau perorangan. “Tantangan bagi dosen yaitu terasa berat bagi mahasiswa yang pasif, tidak terselenggara dengan efektif jika mahasiswa tidak menguasai kasus yang ada, tidak terselenggara dengan efektif jika dosen tidak kreatif dan aktif mencari kasus-kasus yang relevan, membutuhkan waktu (proses), membutuhkan assessment yang lebih kompleks.

Project-based learning merupakan bentuk pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa didasarkan pada prinsip-prinsip; konteks yang spesifik; terlibat secara aktif; dan tujuan tercapai melalui interaksi sosial dan berbagi pengetahuan. Tantangan yang dihadapi dosen dalam menerapkan PjBL adalah membutuhkan waktu untuk penyelesaian project, pembelajaran tidak optimal jika pengalaman belajar atau pengetahuan sebelumnya dari mahasiswa tidak mencukupi, pembelajaran tidak efektif jika dosen tidak kreatif dan inovatif, membutuhkan assessment yang lebih kompleks.

#undhira #teladandanunggulan

X