Badung, 11 November 2025 – Universitas Dhyana Pura (Undhira) berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Bali (PNB) dalam penyelenggaraan Pameran Saintek yang berlangsung di Gedung Diskominfo Kabupaten Badung. Kegiatan ini menjadi ajang kolaboratif untuk memperkenalkan hasil riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat kepada publik, khususnya generasi muda.

Melalui program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi (Resona Saintek), Universitas Dhyana Pura menghadirkan pameran bertajuk “Serenity in Science: The Wellness Tourism Showcase.” Pameran ini menampilkan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dosen Undhira yang berfokus pada pengembangan wellness tourism berbasis kearifan lokal Bali.

Sementara itu, Politeknik Negeri Bali turut menghadirkan diseminasi hasil riset dan inovasi teknologi dalam rangka Program Panen Raya Berdikari. Beragam kegiatan digelar, mulai dari pameran produk inovasi, forum diskusi publik dan kemitraan pentahelix, hingga kegiatan Citizen Science bagi siswa sekolah dasar. Beberapa inovasi unggulan yang dipamerkan antara lain Smart Farming berbasis IoT, Cold Storage untuk nelayan, AI-IoT deteksi hama padi, serta Greenhouse energi hijau yang menampilkan penerapan teknologi terapan dalam kehidupan nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Undhira dan PNB menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai payung kerja sama untuk memperkuat kolaborasi lintas institusi, baik pada kegiatan saat ini maupun peluang kerja sama di masa mendatang. Kegiatan ini juga didukung oleh peliputan media dan publikasi digital guna memperluas dampak serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan teknologi dan inovasi berkelanjutan.

Universitas Dhyana Pura menampilkan delapan produk inovatif yang mendukung konsep wellness tourism di Bali. Inovasi tersebut meliputi Teh Sembung untuk Hiperlipid, Teh Celup Jahe Merah, dan Minuman Sinom untuk Penyakit Degeneratif sebagai minuman herbal fungsional penunjang kesehatan alami. Selain itu, produk Serenity Box dirancang sebagai alat latihan pernapasan dan penguatan otot yang sejalan dengan konsep kebugaran holistik. Undhira juga menampilkan Minyak Kemiri dan Minyak Sumbawa untuk Pijat yang memperkuat praktik spa tradisional Bali. Dari sisi sosial budaya, riset Cingkereman sebagai Warisan Budaya Tak Benda serta model pengukuran Overtourism berbasis Tri Hita Karana turut menegaskan peran Undhira dalam mendorong pariwisata sehat, berkelanjutan, dan berakar pada nilai keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas—ciri khas utama destinasi wellness tourism di Bali.

Rektor Universitas Dhyana Pura, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak dalam terselenggaranya kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, atas dukungannya sehingga pelaksanaan pameran ini dapat berjalan dengan baik. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dalam pengembangan inovasi dan riset terapan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh siswa-siswi SMA, SMK, serta mahasiswa sebagai upaya memperkenalkan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat kepada generasi muda. Melalui kolaborasi ini, Undhira berharap dapat terus berperan aktif dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat, menguatkan posisi Bali sebagai pusat wellness tourism yang berkelanjutan dan berakar pada kearifan lokal.

Artikel ini menjadi bagian dari kampanye sains dan teknologi: Serenity in Science – The Wellness Tourism Showcase, yang didukung oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kemdiktisaintek, melalui Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi (Resona Saintek).